Karhutla Kubu Raya, Api Tinggal Sejengkal dari Masjid

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:45 WIB
SELAMATKAN MASJID: Tim gabungan memadamkan karhutla yang nyaris mencapai Masjid Baiturrahman di Dusun Tanjung Puri, Arang Limbung, Kubu Raya, Jumat (28/8/2026). Api hanya berjarak sekitar sejengkal dari dinding masjid. (POLRES KUBU RAYA)
SELAMATKAN MASJID: Tim gabungan memadamkan karhutla yang nyaris mencapai Masjid Baiturrahman di Dusun Tanjung Puri, Arang Limbung, Kubu Raya, Jumat (28/8/2026). Api hanya berjarak sekitar sejengkal dari dinding masjid. (POLRES KUBU RAYA)

 

PONTIANAK POST — Karhutla Kubu Raya nyaris menghanguskan Masjid Baiturrahman di Dusun Tanjung Puri, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Jumat (28/8/2026). Kobaran api disebut hanya berjarak sekitar sejengkal dari dinding masjid.

Tim Operasi Aman Nusa II Polres Kubu Raya bersama BNPB langsung bergerak memadamkan api dan membuat penyekatan. Langkah itu dilakukan untuk menghentikan rambatan api menuju masjid dan permukiman warga di sekitarnya.

Petugas Berpacu dengan Api

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia turun langsung memimpin pemadaman. Personel mengarahkan semprotan air ke titik api yang berada paling dekat dengan bangunan masjid.

Selain memadamkan kobaran, petugas membuat penyekatan untuk menghambat rambatan api. Kondisi lahan yang kering dan tiupan angin membuat api berpotensi bergerak cepat.

“Kami tidak ingin api sampai menjalar ke Masjid Baiturrahman. Masjid ini merupakan tempat ibadah warga dan harus kami selamatkan,” kata Rensa.

Bagi warga Dusun Tanjung Puri, keselamatan masjid menjadi perhatian tersendiri. Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Baiturrahman juga menjadi ruang berkumpul masyarakat.

Api Tinggal Sejengkal

Ketua RT 10/RW 05 Dusun Tanjung Puri, Haidir Ali, mengaku lega setelah petugas berhasil mengendalikan kobaran api.

Ia mengatakan api sempat berada sangat dekat dengan dinding masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kubu Raya dan seluruh personel yang sudah membantu menyelamatkan Masjid Baiturrahman. Api tadi sudah sangat dekat dengan dinding masjid, tinggal sejengkal,” ujar Haidir.

Warga sempat khawatir api kembali bergerak akibat tiupan angin. Ancaman itu terutama dikhawatirkan mengarah ke masjid dan permukiman di sekitar lokasi.

Kehadiran petugas gabungan membuat warga lebih tenang. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, personel melanjutkan pemadaman dengan proses pendinginan.

Api Padam, Bara Tetap Diwaspadai

Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa di sekitar lokasi. Bara di bawah permukaan atau material kering dapat kembali memicu api ketika terkena hembusan angin.

Rensa meminta masyarakat segera melapor apabila kembali menemukan titik api.

“Kami mengimbau masyarakat apabila melihat api kembali muncul, segera laporkan kepada kami melalui Call Center 110,” ujarnya.

Menurut Rensa, layanan tersebut dapat digunakan masyarakat selama 24 jam. Kecepatan laporan dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan.

Penyebab Kebakaran Diselidiki

Pemadaman di sekitar Masjid Baiturrahman tidak serta-merta mengakhiri penanganan. Polres Kubu Raya melalui Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) akan menyelidiki penyebab kebakaran lahan tersebut.

Penyelidikan diperlukan untuk mengetahui sumber api dan memastikan apakah kebakaran dipicu faktor alam, kelalaian atau unsur kesengajaan.

Api yang mengancam Masjid Baiturrahman memang telah berhasil dipadamkan. Namun, kewaspadaan masih diperlukan karena kondisi lahan dan angin dapat memicu munculnya kembali titik api.

Bagi warga Tanjung Puri, malam itu bukan hanya tentang menyelamatkan sebuah bangunan. Petugas dan masyarakat berpacu memastikan tempat ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan mereka tetap berdiri di tengah ancaman karhutla.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Karhutla Kubu Raya Kebakaran lahan Kubu Raya Operasi Aman Nusa II ARANG LIMBUNG Masjid Baiturrahman