Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Supadio, Sejumlah Pesawat Lion Group Dibatalkan

Hanif • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:38 WIB
Sejumlah calon penumpang berkumpul di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio, Kamis (3/9) malam.
Sejumlah calon penumpang berkumpul di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio, Kamis (3/9) malam.

PONTIANAK POST – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9) malam. Penurunan jarak pandang menyebabkan sejumlah penerbangan Lion Group terlambat hingga dibatalkan.

Kondisi tersebut sempat memicu ketegangan antara sejumlah calon penumpang dan pihak maskapai di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio sekitar pukul 18.10 WIB. Penumpang yang telah menunggu sejak pagi meluapkan kekecewaan setelah penerbangan yang ditunggu akhirnya dibatalkan.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson meminta calon penumpang tetap tenang dan bersabar. Menurut dia, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan harus dilakukan apabila kondisi jarak pandang tidak memungkinkan demi keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Penerbangan di Bandara Supadio Tertahan hingga Siang

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar tetap tenang dan bersabar. Keselamatan penumpang dan awak pesawat harus menjadi prioritas utama,” kata Rensa.

Dia menjelaskan, salah satu faktor pembatalan penerbangan terjadi karena pesawat yang sedianya membawa calon penumpang dari Bandara Internasional Supadio tidak dapat mendarat akibat kabut asap yang menurunkan jarak pandang di sekitar bandara.

“Situasi ini terjadi karena kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara. Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan harus mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas,” jelasnya.

Sejumlah penerbangan Lion Group yang mengalami pembatalan di antaranya Wings Air IW1340, IW1344, dan IW1346 tujuan Ketapang. Kemudian Lion Air JT955 tujuan Batam, Super Air Jet IU701 tujuan Jakarta, IU341 tujuan Surabaya, dan IU661 tujuan Yogyakarta, serta Batik Air ID6227 tujuan Jakarta.

Baca Juga: Dapat Paket Kabut Asap dari Kalimantan, Kualitas Udara Singapura Tidak Sehat

Pembatalan tersebut membuat sejumlah calon penumpang bertahan di ruang tunggu sambil menunggu kepastian penerbangan. Situasi sempat memanas akibat kesalahpahaman dengan pihak maskapai.

Polres Kubu Raya yang berada di lokasi kemudian melakukan pengamanan dan berupaya meredam situasi. Penumpang diberikan pemahaman agar persoalan diselesaikan secara tenang dan tidak berkembang menjadi konflik.

Rensa mengatakan pihak maskapai telah memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang yang penerbangannya dibatalkan. Penumpang dapat mengajukan pengembalian uang tiket atau melakukan perubahan jadwal keberangkatan.

Dia memahami kekecewaan penumpang yang harus menunggu berjam-jam sebelum akhirnya mendapat kepastian pembatalan. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari aspek keselamatan penerbangan.

“Kami memahami bahwa masyarakat memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing. Ada yang hendak bekerja, bertemu keluarga, maupun melanjutkan perjalanan. Tetapi keselamatan penerbangan tidak boleh dipertaruhkan hanya karena mengejar jadwal keberangkatan,” ungkap Rensa.(ash)

 

Editor : Hanif
bandara supadio penerbangan karhutla kabut asap kubu raya