Air Baku Kubu Raya Diprediksi Hanya Cukup 20 Hari, Pemkab Siapkan Sumur Bor Hadapi Kemarau

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau instalasi pengolahan air bersih milik PT Alas Kusuma di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (12/9) malam.
Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau instalasi pengolahan air bersih milik PT Alas Kusuma di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (12/9) malam.

PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya, Sujiwo mulai menyiapkan sumber air alternatif untuk menghadapi keterbatasan air baku akibat kemarau panjang. Pemkab direncanakan akan membangun sumur bor.

Langkah itu dilakukan setelah mengecek waduk milik PT Alas Kusuma, pada Sabtu malam (12/9) yang persediaannya diperkirakan hanya mampu menopang distribusi air bersih sekitar 20 hari ke depan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi waduk, kapasitas tampung, serta ketersediaan air yang dapat diolah menjadi air layak konsumsi bagi masyarakat. Sujiwo mengatakan, dari sekitar 3.000 meter kubik air yang tersisa di waduk, setelah melalui proses pengolahan diperkirakan menghasilkan sekitar 2.000 meter kubik atau 2 juta liter air.

Baca Juga: Sutarmidji Tawarkan Solusi Krisis Air Pontianak: Perluas Waduk Penepat 10 Kali Lipat

Sementara itu, kebutuhan distribusi air saat ini mencapai sekitar 100 ribu liter per hari. Dengan volume air yang tersedia, persediaan air baku tersebut diperkirakan hanya mencukupi hingga sekitar 20 hari.

"Kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan sebelum 20 hari Allah sudah memberikan pertolongan dengan menurunkan hujan," kata Sujiwo saat meninjau waduk tersebut.

Menurut Sujiwo, waduk yang memiliki ukuran sekitar 75 x 50 meter itu selama sekitar 10 hari terakhir telah menjadi salah satu sumber air yang diolah menjadi layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama di Kubu Raya.

Dia menyebut, air yang telah diolah dari waduk tersebut hampir mencapai 1 juta liter. Kondisi itu membuat pemerintah perlu menyiapkan langkah untuk menjaga ketersediaan sumber air baku agar tidak habis sebelum hujan turun.

Baca Juga: Air Kapuas Asin, Mobil Water Treatment Jadi Harapan Warga Pontianak di Tengah Kemarau

Salah satu solusi yang disiapkan kata Sujiwo adalah rencana pembangunan sumur bor di sekitar waduk. Air dari sumur tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan untuk menambah pasokan bahan baku yang kemudian diolah melalui fasilitas pengolahan air.

"Makanya salah satu solusinya supaya sumber bakunya pengolahan air minum ini tidak habis, kita rencananya akan membuat sumur bor," ujarnya.

Sujiwo mengatakan, rencana pembangunan sumur bor tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Ia pun mengapresiasi dukungan PT Alas Kusuma dan sejumlah pihak terkait lainnya yang menyediakan akses air dari waduk perusahaan untuk membantu masyarakat. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan.

Namun, Sujiwo menegaskan pemanfaatan air dari waduk tersebut harus ditertibkan. Setiap mobil tangki, tandon, toren, maupun wadah air yang mengambil air dari lokasi tersebut harus dipastikan penggunaannya untuk kepentingan masyarakat.

"Kita pastikan semua mobil tangki atau tandon-tandonatau toren ya, tong-tong air yang masuk ke sini. Kemudian kita persilakan untuk ngambil, tetapi dipastikan bahwasannya itu untuk kepentingan publik, kepentingan umum dulu," tegasnya.

Ia menegaskan air tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan komersial, bisnis, pribadi maupun kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga: Krisis Air Melanda Kubu Raya, Bala Komando Salurkan Bantuan Air Mineral dan Bersih Untuk Warga

Sementara itu, manajemen PT Alas Kusuma menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah daerah dalam penanganan krisis air bersih.

Perusahaan siap menyediakan akses air dari waduk sekaligus membantu proses pengisian mobil tangki untuk selanjutnya didistribusikan ke desa-desa yang mengalami krisis air.

Selain meninjau waduk PT Alas Kusuma, di hari yang sama, Sujiwo juga meninjau waduk di TMP Dharma Patria Jaya dan dua waduk di kawasan Korpasgat 466/Brajamusti. Peninjauan dimaksudkan untuk mengecek kondisi waduk, kapasitas tampung, hingga jalur distribusi yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan air kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama masa darurat karhutla. (ash)

Editor : Miftahul Khair
Krisis Air Kubu Raya Sumur Bor Kubu Raya Air Baku Kubu Raya sujiwo kemarau panjang