Kabut Asap dan Krisis Air Bersih, Kasus ISPA serta Diare di Kubu Raya Ikut Meningkat

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 15:22 WIB
Direktur RSUD TBSI Kubu Raya, Asep Ahmad Saefullah
Direktur RSUD TBSI Kubu Raya, Asep Ahmad Saefullah

PONTIANAK POST – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kubu Raya menunjukkan peningkatan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, peningkatan kasus tidak terlalu signifikan terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya karena pasien dengan gejala ringan lebih banyak mendapatkan penanganan di puskesmas.

Direktur RSUD TBSI Kubu Raya, Asep Ahmad Saefullah mengatakan, pasien ISPA yang datang ke rumah sakit umumnya sudah mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut atau disertai penyulit.

“Kalau di rumah sakit tidak terlalu signifikan, tetapi ada peningkatan kasusnya. Karena sebelumnya mungkin dirawat di puskesmas,” kata Asep kepada Pontianak Post, Jumat (18/9) di Sungai Raya.

Baca Juga: Kasus ISPA dan Diare Melonjak Akibat El Nino, DPRD Minta Dinkes Pontianak Maksimalkan Penanganan

Menurut dia, pasien yang datang ke rumah sakit cenderung mengalami kondisi lebih berat, seperti sesak napas hingga pneumonia. Sementara kasus ISPA yang masih tergolong ringan dapat ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Karena itu, jumlah kasus ISPA yang tercatat di rumah sakit belum sepenuhnya menggambarkan kondisi kasus di masyarakat. Data dari puskesmas menjadi penting untuk melihat perkembangan kasus secara lebih menyeluruh.

Asep menyebut, berdasarkan informasi yang diketahuinya, peningkatan kasus ISPA secara keseluruhan disebut cukup tinggi. Bahkan, peningkatannya diperkirakan lebih dari 50 persen dibandingkan kondisi biasanya.

“Setahu saya memang peningkatannya tinggi banget. Lebih dari 50 persen dari hari-hari normal biasanya sebelum adanya kabut asap,” ujarnya.

Baca Juga: 21 Orangutan Terserang Gejala ISPA, Gibran Tinjau Langsung Perawatan Satwa di Nyaru Menteng

Kendati demikian, Asep menegaskan data tersebut masih perlu dikonfirmasi berdasarkan rekapitulasi data pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Menurut dia, kasus ISPA yang ditangani puskesmas tercatat dalam sistem informasi kesehatan dan menjadi bagian penting dalam pemantauan perkembangan penyakit di Kubu Raya.

Selain ISPA, Asep mengatakan kasus diare juga cukup tinggi sepanjang September. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terdapat masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan dalam satu keluarga.

“Kalau diare sepanjang bulan ini cukup tinggi. Banyak pasien yang diare,” ujarnya.

Asep menduga kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan air bersih yang dihadapi masyarakat. "Kondisi sumber air yang mulai terpengaruh air asin serta keterbatasan air bersih dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan," tutupnya. (ash)

Editor : Hanif
Karhutla Kubu Raya ISPA Kubu Raya Diare Kubu Raya krisis air bersih kabut asap