PONTIANAK POST - Pecinta pedas kini punya alternatif lebih sehat. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, membagikan resep unik bernama “Sambal Probiotik” yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memberikan manfaat bagi pencernaan.
Dalam unggahannya di Instagram, Menkes Budi mengaku sebagai orang Sunda yang tak bisa lepas dari sambal saat makan lalapan.
“Sebagai orang Sunda, makan lalapan tanpa sambal itu rasanya ada yang kurang,” tulisnya.
Namun, ia menyoroti bahwa sambal pada umumnya hanya memberikan sensasi pedas tanpa nilai tambah bagi kesehatan.
“Kalau cuma makan sambal biasa, kita cuma dapat rasa pedasnya saja, manfaat kesehatannya nggak ada,”
Baca Juga: Resep Sambal Terong Nikmat! Resep Viral yang Mudah dan Lezat!
Rahasia Sambal Probiotik: Tempe Kukus
Untuk mengatasi hal tersebut, ia memperkenalkan inovasi sederhana berupa Sambal Probiotik. Kunci utamanya terletak pada bahan tambahan yang tidak biasa: tempe kukus.
“Rahasianya ada di tempe kukus,” ungkapnya.
Menurutnya, tempe merupakan superfood asli Indonesia yang kaya manfaat.
“Tempe itu superfood asli Indonesia. Dia sumber probiotik yang bagus buat pencernaan, dan sumber protein nabati yang tinggi,” tambahnya lagi.
Kombinasi Gizi Lengkap dalam Satu Menu
Dengan menambahkan tempe ke dalam sambal, Menkes Budi menjelaskan bahwa satu porsi lalapan bisa menjadi lebih bernutrisi.
“Saya dapat paket lengkap: serat dari sayuran, protein dan probiotik dari tempe, serta rasa pedas gurih,”ujar Budi.
Kombinasi ini dinilai mampu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi harian.
Baca Juga: Gudeg dan Sambal Krecek Menu Favorit Edi Saat Lebaran
Ajak Masyarakat Makan Pedas yang Lebih Sehat
Di akhir unggahannya, Menkes Budi mengajak masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat tanpa meninggalkan selera.
“Yuk, jangan cuma makan pedas, tapi makan sehat,” ajak Menkes Budi.
Ia juga mendorong masyarakat untuk mencoba resep tersebut di rumah dan membagikan hasilnya.
Inovasi sederhana seperti sambal probiotik menunjukkan bahwa pola makan sehat tidak harus rumit.
Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti tempe, masyarakat bisa tetap menikmati makanan favorit sekaligus menjaga kesehatan tubuh. (*)
Editor : Miftahul Khair