PONTIANAK POST - Setiap rempah memiliki karakter berbeda saat diolah. Ada bahan yang tetap baik meski dikeringkan, tetapi ada pula yang justru kehilangan aroma dan manfaat kesehatannya.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menjelaskan, daun-daunan umumnya lebih baik digunakan dalam kondisi segar karena kandungan minyak atsirinya mudah menguap akibat panas dan oksigen.
“Daun jeruk purut segar 5 kali lebih kuat harumnya dibanding yang kering.”
Daun kunyit yang biasa digunakan pada gulai dan rendang juga mudah kehilangan zat aromatik ketika terkena panas terlalu lama.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bumbu Masak! Ini Manfaat 8 Rempah yang Terbukti Menyehatkan Tubuh
Begitu pula daun kemangi, daun pandan, daun ketumbar, dan bunga kecombrang.
Karena itu, penggunaannya cukup diremas atau diiris tipis agar aroma khasnya tetap keluar saat dimasak.
Berbeda dengan daun, rempah berbentuk biji justru lebih cocok dikeringkan. Minyak aromatis pada biji terlindungi lapisan kulit keras sehingga aromanya tetap terjaga.
Contohnya adalah ketumbar, merica hitam, cengkeh, kayu manis, dan pala.
Baca Juga: Suhu Tinggi Saat Memasak Ternyata Bisa Mengurangi Khasiat Rempah Dapur
Saat dihancurkan dan dimasak, minyak aromatisnya akan keluar dan menghasilkan aroma harum yang kuat.
Sementara itu, rimpang seperti kunyit, jahe, dan kencur dinilai lebih baik digunakan dalam kondisi segar.
Pemanasan bisa menyebabkan perubahan senyawa dan mengurangi kekuatan aromanya sehingga berpengaruh pada kelezatan masakan.
Editor : Chairunnisya