PONTIANAK POST – Sebuah kubis berukuran jumbo dengan berat hampir 8 kilogram berhasil dihabiskan dalam waktu lebih dari dua bulan setelah diolah menjadi beragam hidangan.
Kisah tersebut dialami Jenna Helwig, food director Real Simple, setelah menerima pesanan sayuran dalam jumlah tidak biasa dari layanan belanja bahan makanan.
Kubis yang diterimanya berukuran kira-kira sebesar bola basket dan memiliki berat hampir 8 kilogram. Ukuran tersebut jauh lebih besar dibandingkan kubis yang biasanya ia beli, yang umumnya hanya berbobot sekitar 3–4 kilogram.
Baca Juga: Sawi Samhong King, Sayuran Jumbo yang Cocok untuk Pekebun Rumahan
Helwig awalnya membeli kubis untuk membuat salah satu menu favoritnya, Japanese Cabbage Pancake. Namun, setelah menyadari jumlah kubis yang sangat banyak, ia memutuskan menggunakan seluruh bagian sayuran tersebut daripada membuangnya.
Diolah Menjadi Beragam Menu
Pada 21 Januari, sekitar 1 kilogram kubis digunakan untuk membuat Japanese Cabbage Pancake. Sehari kemudian, sekitar 8 ons kubis diiris untuk salad makan siang yang dicampur dengan saus wijen-jahe, tahu, wortel, dan kacang almond.
Baca Juga: Ketumbar dan Sayuran Jadi Pelengkap Penting Olahan Daging Kambing
Beberapa hari kemudian, sekitar 2,5 cangkir kubis cincang dimasak bersama dua potong bacon. Kubis tersebut kemudian dicampur dengan spaghetti gandum utuh, sedikit air rebusan pasta, mentega, lada, dan keju Parmesan.
Pada 31 Januari, sebanyak 1,5 kilogram kubis digunakan untuk hidangan kubis panggang dengan kacang dan Parmesan. Dalam hidangan tersebut, kacang hazelnut digunakan sebagai pengganti walnut, sedangkan cuka balsamic menggantikan saba.
Kubis yang tersisa kemudian digunakan dalam slaw untuk taco ikan, risotto yang dibuat menggunakan Instant Pot, serta berbagai salad, slaw, dan garnish.
Baca Juga: Cara Memasak Sayur Ternyata Berpengaruh pada Kesehatan Jantung, Ahli Gizi Ungkap Alasannya
Pada 25 Februari, sekitar 1 kilogram terakhir sebelum sisa akhir digunakan untuk hidangan pasta dengan orecchiette, kubis, dan paprika.
Baru Habis Lebih dari Dua Bulan
Setelah sekitar sebulan mengolah kubis menjadi berbagai hidangan, Helwig masih memiliki sekitar 1 kilogram kubis.
sBaca Juga: Nutrisionis Ungkap Cara Mengenalkan Sayur dan Buah kepada Anak Lewat Bekal
Ia akhirnya kembali menggunakan sisa tersebut pada 25 Maret, lebih dari dua bulan setelah kubis diterima.
Saat dikeluarkan dari penyimpanan, terdapat beberapa bagian permukaan yang tampak keabu-abuan karena mengering. Bagian tersebut dipotong dan dibuang, sedangkan bagian kubis yang masih terlihat normal digunakan untuk membuat tumisan dengan bahan yang tersedia di kulkas.
Tumisan tersebut dibuat menggunakan basil, sosis Cina, nanas, dan kimchi.
Baca Juga: Tak Hanya Sayur Lodeh, Buah Kluwih Kaya Protein dan Mineral Penting
Pengalaman tersebut membuat Helwig menyimpulkan bahwa kubis dapat menjadi bahan makanan yang sangat serbaguna dan tahan disimpan cukup lama apabila ditangani dengan benar. (Real Simple)
Cara Menyimpan Kubis Agar Tahan Lama
Dalam pengalamannya, Helwig terlebih dahulu membuang beberapa daun luar yang sudah layu, kemudian mencuci dan mengeringkan kubis.
Baca Juga: Krokot Kaya Omega-3, Sayuran Liar Ini Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Setelah digunakan, kubis dibungkus menggunakan tisu dapur dan dimasukkan ke dalam kantong khusus untuk sayuran. Kantong tersebut tidak ditutup rapat sehingga kubis tetap terbungkus tetapi tidak berada dalam kondisi kedap udara.
Sebelum digunakan kembali, kubis diperiksa untuk memastikan tidak ada bagian yang mengering atau berubah warna. Jika ditemukan bagian seperti itu, bagian tersebut dapat diiris menggunakan pisau tajam.
Pengalaman mengolah satu kubis berukuran hampir 8 kilogram tersebut menunjukkan bahwa satu jenis sayuran dapat digunakan untuk berbagai menu, mulai dari pancake, salad, pasta, risotto, slaw hingga tumisan. (Real Simple)
Teks Foto: Kubis berukuran hampir 8 kilogram diolah menjadi beragam hidangan selama lebih dari dua bulan hingga seluruh bagian yang masih layak digunakan habis.
Editor : Silvina