PONTIANAK POST – Kue jorong-jorong menjadi salah satu pilihan kue tradisional Melayu yang menarik untuk dicoba di rumah. Kue khas Pontianak ini memiliki perpaduan rasa gurih dari santan, manis dari gula, serta aroma pandan yang khas.
Selain rasanya, kue ini juga menarik karena menggunakan wadah berbentuk takir dari daun pandan atau daun pisang. Proses pembuatannya dilakukan dengan mengukus adonan hingga matang.
Resep Kue Jorong-jorong Khas Pontianak yang dibagikan Sumihadi_ melalui Cookpad pada 6 September 2026 mencantumkan bahan sederhana yang dapat diolah menjadi sekitar 16–20 buah berukuran sedang, dengan perkiraan waktu pembuatan 45 menit.
Baca Juga: Kue Lumpur Surga Pandan Bisa Jadi Ide Jualan Rumahan, Hitung Modal dari Bahan Ini
Bahan Kue Jorong-jorong Khas Pontianak
Untuk mencoba membuat kue tradisional ini, berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
· 80 gram tepung beras
· 20 gram tepung tapioka
· 500 mililiter santan dengan kekentalan sedang
· 1 butir gula merah, iris tipis
· Gula pasir secukupnya
· 1 sendok teh garam
· Daun pandan secukupnya atau daun pisang sebagai pengganti
Baca Juga: Resep Kue Lapis Pelangi Takaran Gelas, Lembut dan Legit Cocok untuk Arisan
Kombinasi tepung beras dan tepung tapioka menjadi bahan dasar adonan. Sementara itu, santan memberikan rasa gurih, sedangkan gula merah atau gula pasir digunakan untuk memberikan rasa manis.
Cara Membuat Takir dari Daun Pandan
Langkah pertama adalah menyiapkan daun pandan untuk dijadikan wadah adonan. Cuci daun hingga bersih, kemudian keringkan.
Baca Juga: Kentang Tak Melulu Jadi Perkedel, Resep Kue Lumpur Lembut Bertabur Kismis Ini Wajib Dicoba
Potong daun dengan panjang sekitar 15–17 sentimeter. Setelah itu, lipat hingga membentuk takir dan gunakan staples agar lipatannya tidak mudah terbuka.
Jika daun pandan sulit ditemukan, daun pisang dapat digunakan sebagai alternatif pembungkus.
Campurkan Tepung dan Santan hingga Halus
Baca Juga: Punya Pisang dan Bihun di Rumah? Coba Resep Kue Kukus Manis Gurih Ini
Setelah takir selesai dibuat, siapkan adonan dengan mencampurkan tepung beras, tepung tapioka, dan santan. Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata, kemudian tambahkan garam.
Untuk mendapatkan adonan yang lebih halus, campuran dapat disaring terlebih dahulu agar tidak ada gumpalan tepung.
Tahap ini perlu diperhatikan agar tekstur kue lebih merata setelah matang.
Baca Juga: Bukan Cuma Enak, Kue Nagasari Isi Pisang Ini Lembut dan Putih Bersih, Ini Resepnya
Masak Adonan Sebelum Dikukus
Adonan yang sudah tercampur rata selanjutnya dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk. Proses ini dilakukan hingga adonan sedikit mengental.
Adonan tidak perlu dimasak sampai benar-benar matang. Pengentalan awal bertujuan membantu adonan agar tidak mudah bocor ketika dimasukkan ke dalam takir daun pandan.
Baca Juga: Cuma 3 Bahan, Kue Khas Bugis Ini Manis dan Lembut, Begini Resepnya
Setelah mencapai kekentalan yang diinginkan, angkat adonan dan diamkan sebentar hingga tidak terlalu panas.
Tambahkan Gula Merah, Lalu Kukus
Berikutnya, masukkan gula merah yang telah diiris tipis atau gula pasir ke dalam takir sesuai selera. Tuangkan adonan ke dalam setiap wadah yang sudah disiapkan.
Baca Juga: Bihun Ternyata Bisa Jadi Kue Lupis? Resep Unik Ini Legit, Kenyal dan Gampang Dibuat
Susun takir berisi adonan di dalam kukusan. Kukus selama kurang lebih 20 menit atau hingga kue matang.
Setelah proses pengukusan selesai, keluarkan kue dan biarkan dingin sebelum disajikan.
Lebih Menyegarkan Jika Disajikan Dingin
Baca Juga: Suami Terus Minta Dibuatkan, Ini Resep Kue Lapis Gula Merah yang Lembut dan Wangi
Kue jorong-jorong dapat dinikmati setelah dingin. Untuk mendapatkan sensasi yang lebih menyegarkan, kue juga bisa dimasukkan ke lemari pendingin sebelum disajikan.
Perpaduan santan yang gurih, rasa manis dari gula, serta aroma pandan menjadikan kue tradisional ini pilihan menarik sebagai camilan keluarga.
Dengan bahan yang relatif sederhana dan proses memasak menggunakan kukusan, kue jorong-jorong dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal sekaligus mencoba membuat kuliner tradisional Melayu khas Pontianak di rumah.
Editor : Silvina