Sebagian atap rumah warga dari kayu tersebut diperkirakan terbang oleh angin sekitar pukul 18.30 WIB. Reruntuhan lalu ambruk tepat di samping rumah.
Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel dikonfirmasi menjelaskan, sebuah rumah yang rusak akibat hujan deras disertai angin kencang tersebut milik Yoswanto (30), di Dusun Ubah, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila.
"Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, hanya rumah warga yang mengalami kerusakan," kata Kapolsek di Pahauman saat dikonfirmasi, Senin (28/6).
Kapolsek mengimbau kepada warga masyarakat, terutama masyarakat Kecamatan Sengah Temila, untuk berhati-hati dan waspada terhadap potensi timbulnya bencana angin kencang.
“Kepada warga, agar senantiasa waspada manakala terjadi hujan yang disertai angin kencang, yang berpotensi menimbulkan rumah roboh atau pohon tumbang serta tanah longsor,” pesan Kapolsek.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia. Diperkirakan, sejumlah wilayah akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang dan kilat atau petir.
Sesuai informasi pada laman web.meteo.bmkg.go.id, Deputi Bidang Meteorologi, Senin (28/6/2021), menyampaikan adanya Sirkulasi Siklonik terpantau di Kalimantan Barat bagian Selatan yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Kalimantan Barat bagian Utara, dari Laut Maluku hingga Sulawesi Barat dan di Sulawesi Tenggara.
Masyarakat Kalbar diimbau untuk mewaspadai dampak yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut, seperti diantaranya hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, khususnya pada siang hingga sore hari.
Waspadai dampak angin kencang seperti tumbangnya pohon, tumbangnya papan baliho, kerusakan atap rumah, ataupun angin kencang bagi penerbangan. Kemudian waspadai dampak petir yang bisa merusak peralatan elektronik di rumah, dan sebagainya. (mif) Editor : admin2