Tak ada aktivitas ekonomi berjalan mulai Jumat (27/5) malam di Kota Ngabang. Warga menutup pintu mereka rapat-rapat sejak sore hari. Tak banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Begitu pula pada Sabtu (28/5). Tak satu pun toko membuka pintunya. Warga menetap di rumah. Hanya Puskesmas Ngabang, Polsek Ngabang dan Polres Landak serta RSUD Landak yang membuka pintu. Sesekali mobil patroli Polisi melintas.
Balala merupakan Ritual adat Dayak sub suku Kanayatn sesudah masa panen, dan akan memulai kembali aktivitas bahuma atau berladang. Hal tersebut bertujuan untuk membersihkan situasi alam semesta, agar aktivitas pertanian mendapatkan hasil yang maksimal.
“Kita berdoa untuk memohon kepada Jubata agar terhindar dari musibah dan wabah penyakit,” terang Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Heri Saman Sabtu (28/5).
Ia pun berharap dengan dilaksanakan kegiatan Balala ini, agar masyarakat bisa saling menghargai, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.
“Semoga pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan baik, kondusif dan saling toleransi, dan semua masyarakat di Kabupaten Landak bisa patuh untuk mengikuti kegiatan ini, tetap menahan diri untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama Balala berlangsung,” harapnya. (mif) Editor : Syahriani Siregar