Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Latih Petani Produksi Pupuk Organik

Misbahul Munir S • Kamis, 22 Desember 2022 | 11:14 WIB
SOSIALIASASI: Plt BKKBN Kalbar saat bertemu dengan 35 bidan di Kabupaten Sambas dalam sosialisasi peningkatan kapasitas KB di Kabupaten Sambas. IST
SOSIALIASASI: Plt BKKBN Kalbar saat bertemu dengan 35 bidan di Kabupaten Sambas dalam sosialisasi peningkatan kapasitas KB di Kabupaten Sambas. IST
NGABANG – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak mengajak petani untuk memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Selain ramah lingkungan, pupuk organik cair dinilai lebih ekonomis. Ketua HKTI Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan permasalahan sampah sudah menjadi isu seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Pasalnya belum ada program yang tepat sebagai barang yang bermanfaat ataupun diolah kembali.

"Tempat Pembuangan Akhir kita di Tebedak itu sudah mulai penuh. Oleh karena itu kita sudah harus mikir dari sekarang, jangan sampai sebelum ramai, sebelum penuh kita bingung mengaturnya. Jadi kita harus mulai ada kesadaran bagaimana kita bisa mengelola sampah seperti untuk pembuatan pupuk organik cair ini," ucap Karolin saat melaksanakan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair berbasis limbah rumah tangga bekerjasama dengan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo di Kelompok Wanita Tani (KWT) Bisma Asri, Desa Raja, Kecamatan Ngabang, Senin (19/12).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program kerja sama antara HKTI Kabupaten Landak bersama USA Hippo dalam upaya pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Karolin menjelaskan walaupun nantinya pupuk organik cair ini akan dilakukan uji laboratorium, agar dapat bisa digunakan secara tepat kepada para petani. Selain itu, penggunaan pupuk organik sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia serta memiliki nilai yang ekonomis.

"Ini akan dilakukan uji laboratorium agar para bisa lebih baik menggunakan pupuk organik cair ini, makanya kita bekerja sama dengan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Jika sudah lolos uji laboratorium, para petani bisa mengikuti anjuran yang tepat dari para penyuluh pertanian untuk membuat pupuk organik cair sendiri. Kalau pupuk organik ini kan murah meriah, seperti saat ini bahannya hanya sisa sampah rumah tangga yang diendapkan dalam satu tempat, dan tidak ada bahan kimianya sehingga juga baik untuk tanaman serta untuk tubuh manusia," pungkas Karolin. (mif) Editor : Misbahul Munir S
#Latih Petani #Himpunan Kerukunan Tani Indonesia #Produksi Pupuk Organik #HKTI Kabupaten Landak