Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Setelah Empat Hari, Banjir Ngabang Mulai Surut

A'an • Kamis, 11 Januari 2024 | 10:55 WIB

 

MASIH BANJIR: Pantauan udara menunjukkan banjir masih menggenang di Kecamatan Ngabang pada Rabu (10/1) kemarin. Namun ketinggian banjir mulai menurun.
MASIH BANJIR: Pantauan udara menunjukkan banjir masih menggenang di Kecamatan Ngabang pada Rabu (10/1) kemarin. Namun ketinggian banjir mulai menurun.

23 Ribu Jiwa jadi Korban

NGABANG – Banjir yang merendam ribuan rumah di 19 desa di lima kecamatan di Kabupaten Landak sejak Jumat (5/1) lalu akhirnya mulai surut.

BPBD Landak melaporkan sebanyak 23.000 warga terdampak banjir. Mereka tersebar di Kecamatan Ngabang, Kuala Behe, Meranti, Air Besar, dan Menyuke.

Di Kecamatan Ngabang, banjir merendam Desa Mungguk, Raja, Hilir Tengah, Hilir Kantor, Temiang Sawi, Amboyo Selatan, Sebirang, Pak Mayam, Tebedak, Ambarang dan Engkadu. Sebanyak 17.235 warga terdampak.

Sementara di Kecamatan Kuala Behe banjir merendam Desa Kedama, Kuala Behe, Sejowet dan Permit. Sebanyak 1.560 warga terdampak. Selanjutnya di Kecamatan Meranti banjir merendam Desa Tahu. Sebanyak 40 warga terdampak.

Di Kecamatan Air Besar, banjir merendam Desa Sekendal dengan sebanyak 503 terdampak. Dan di Kecamatan Menyuke banjir merendam Desa Ansang dan Desa Darit dengan 4.289 warga terdampak.

“Total ada 6.467 kepala keluarga atau 23.627 warga terdampak banjir yang melanda Kabupaten Landak,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Landak Herman Masnur pada Rabu (10/1).

Sementara pengungsi yang berada di posko pengungsi di Kantor Camat Ngabang bertambah menjadi 18 orang. Herman Masnur mengatakan tambahan pengungsi berasal dari Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah.

Mereka tiba di posko pada Selasa (9/1) malam. BPBD menurutnya masih siaga. Pihaknya siap menurunkan perahu untuk menjemput warga yang memerlukan bantuan evakuasi.

Hingga saat ini, BPBD bersama Dinsos PPPA dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, dan Kemensos masih bersiaga di posko pengungsian.

Setiap harinya, Kemensos menyiapkan dapur umum untuk menyiapkan makanan bagi para pengungsi dan warga korban banjir yang terisolir.

“Tadi juga ada dari PKK Kabupaten Landak yang ingin menyalurkan bantuan. Kita siapkan dan bantu dengan transportasi air,” katanya.

Herman menceritakan, Pj Gubernur Kalbar Harisson bersama Pj Ketua PKK Kalbar Windy Prihastari Harisson menyempatkan diri singgah di posko pengungsian untuk mengecek kondisi pengungsi.

Keduanya juga mengecek kondisi makanan di pengungsian. Dari hasil pengecekan tersebut terbukti makanan yang ada di posko tetap punya cita rasa yang enak.

“Kami mohon maaf apabila makanan di posko seadanya. Hanya ada ayam dan telur. Tapi semoga bisa membantu masyarakat,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada warga bantaran sungai yang masih terendam banjir untuk tetap waspada akan kemungkinan banjir akan kembali naik. Mengingat kondisi cuaca yang masih terus hujan di wilayah Kabupaten Landak.

“Kondisi air surut ini mungkin ada warga yang kembali membersihkan rumahnya. Tetapi kami minta warga tetap waspada kemungkinan banjir kiriman dari hulu sungai,” tutupnya.

Jalan Raya Desa Raja Bisa Dilewati

Setelah empat hari, banjir yang melanda Kecamatan Ngabang akhirnya mulai surut pada Rabu (10/1). Jalan Raya Desa Raja menuju Desa Hilir Tengah pun sudah bisa dilalui kendaran bermotor. Banjir mengalami penurunan hingga 50 cm.

Lalu lintas di jalan raya tersebut terpantau kembali ramai lancar. Warga Dusun Raja Desa Raja Muhammad Said mengatakan, air telah surut sejak Rabu (10/1) pagi.

“Untuk jalan raya alhamdulillah hari ini sudah turun. Dan rumah penduduk pun sudah mulai dibersihkan sampai siang ini. Jadi tinggal air sedikit di belakang rumah untuk wilayah Dusun Raja,” ungkap Said di Ngabang. (mif)

Editor : A'an
#surut #landak #NGABANG #banjir #korban banjir