Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pj Bupati Landak Ungkap Perlu Sinergitas Cegah Kasus Baru Stunting

Syahriani Siregar • Sabtu, 30 Maret 2024 | 13:39 WIB

Pj Bupati Landak Samuel saat bercengkerama dengan anak-anak saat kunjungan ke Desa Bilayuk, Kecamatan Mempawah Hulu pada Kamis (28/3).
Pj Bupati Landak Samuel saat bercengkerama dengan anak-anak saat kunjungan ke Desa Bilayuk, Kecamatan Mempawah Hulu pada Kamis (28/3).
NGABANG - Penjabat (Pj) Bupati Landak Samuel mengatakan, dalam mencegah terjadinya penambahan kasus stunting baru diperlukan adanya sinergitas dari pihak-pihak terkait.

“Sinergitas itu dimulai dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, lembaga masyarakat serta lembaga pemerintah baik itu di tingkat desa, kecamatan hingga di tingkat kabupaten,” ungkap Samuel saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Landak 2024 di Desa Bilayuk, Kecamatan Mempawah Hulu pada Kamis (28/3).

Samuel memberikan apresiasi kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) atas kerjasama yang telah dibangun dan dirinya juga menyambut baik penyelenggaraan rakor tersebut.

"Saya memandang agenda hari ini sebagai penegasan dan keseriusan bersama, sekaligus upaya konkret untuk menjaga komitmen kolaborasi dan sinergi," ujarnya.

"Baik dalam hal program kegiatan maupun dalam hal kesamaan persepsi serta tujuan, sehingga akselerasi mewujudkan prevalensi stunting Kabupaten Landak dapat berjalan seefektif dan seefisien mungkin," sambung Pj Bupati Landak.

Samuel juga mengingatkan bahwa target pemerintah pada 2024 ialah menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Marak di Landak, Seorang Kakek 82 Tahun Cabuli Anak 10 Tahun

Saat ini prevalensi stunting sebanyak 32,5 persen menurut data SSGI Tahun 2022.

Sinergitas kebijakan, program dan kegiatan di semua lini juga diperlukan untuk mengurangi faktor penyebab stunting yang sangat kompleks ini.

“Saat terjadinya kasus stunting, penanganan tidak hanya pada satu pihak saja, tetapi diperlukan juga kolaborasi, koordinasi dan aksi nyata bersama untuk dapat meningkatkan intervensi gizi spesifik dan sensitif," jelas Samuel.

Samuel mengatakan, penguatan koordinasi inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menghadirkan peran Pemerintah Daerah untuk menjawab tantangan dan permasalahan stunting.

Membangun komitmen dan memperkuat koordinasi antar stakeholder tentu juga menjadi hal yang penting dalam proses pencegahan dan penanganan kasus stunting.

“Selain itu, diperlukan juga pendampingan keluarga, salah satunya juga telah dibuktikan dengan terbentuknya Tim Pendamping Keluarga atau TPK yang diharapkan mampu melakukan pendampingan/penyuluhan kepada keluarga berisiko stunting yang ada di Kabupaten Landak," tukas Samuel. (mif)

Editor : Syahriani Siregar
#Samuel #stunting #Sinergitas #Pj Bupati Landak