Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banjir Landak Sembilan Desa di Kecamatan Ngabang

A'an • Kamis, 4 April 2024 | 10:53 WIB
BERSAMPAN: Banjir merendam sejumlah rumah warga di jalan raya Desa Hilir Tengah menuju Desa Raja Kecamatan Ngabang, Rabu (3/4). Tampak seorang anak beraktivitas menggunakan sampan akibat banjir.
BERSAMPAN: Banjir merendam sejumlah rumah warga di jalan raya Desa Hilir Tengah menuju Desa Raja Kecamatan Ngabang, Rabu (3/4). Tampak seorang anak beraktivitas menggunakan sampan akibat banjir.

NGABANG – Banjir akibat meluapnya Sungai Landak di Kecamatan Ngabang meluas ke sembilan desa pada Rabu (3/4). Ribuan rumah terendam akibat banjir yang dilaporkan mencapai 1,5 meter.

Berdasarkan pantauan Pontianak Post di pemukiman bantaran Sungai Landak, Ngabang, banjir telah membuat jalan raya Desa Hilir Tengah menuju Desa Raja terputus. Ketinggian air di Jalan Bardan Nadi bervariasi mulai hingga 50 cm.

Sementara pemukiman yang tepat berada di pinggir sungai terendam. Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 50 cm. Sementara di jalanan dusun dapat mencapai 1 meter. Sebagian warga beraktivitas menggunakan alat transportasi berupa perahu karet dan sampan.

Ketua RT 001 Dusun Raja Muhammad Said mengatakan, banjir semakin naik pada Selasa (2/4) malam. Aliran air luapan sungai meningkat cepat. Ditambah cuaca hujan deras. "Pada pagi hari air sudah selutut orang dewasa di jalan raya,” kata Said di Ngabang.

Menurutnya, warga masih bertahan di rumah masing-masing. Hingga Rabu (3/4) kondisi air masih bertahan. Ia pun berharap agar tidak turun hujan, sehingga banjir dapat segera surut. “Semoga tidak hujan. Tapi ini cuaca juga masih mendung, kemungkinan akan turun hujan lagi sore ini. Warga pun masih waspada," jelasnya.

Camat Ngabang Nomensen saat dihubungi mengatakan, berdasarkan laporan dari para kepala desa, banjir telah merendam sedikitnya sembilan desa. Banjir tersebar di sejumlah dusun yang berada tepat di pinggir Sungai Landak atau sungai kecil lainnya.

“Khusus pemukiman yang berada di bantaran sungai yg tersebar di Desa Engkadu, Ambarang, Mungguk, Raja, Hilir Tengah, Hilir Kantor, Amboyo Selatan, Sebirang dan Pak Mayam,” kata Camat di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari desa, kondisi air Sungai Landak semakin tinggi. Ia meminta warga yang berada di bantaran Sungai Landak untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang tinggi. Cuaca pada Rabu (3/4) juga terpantau mendung.

Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak untuk membantu warga saat mengungsi, menyiapkan posko pengungsian dan bantuan kepada korban.

“Imbauan saya Jangan memaksakan diri untuk bertahan di rumah, Mengingat debit air semakin tinggi, waspada terhadap aliran listrik yang berada di rumah dan hati-hati terhadap binatang liar di air,” kata dia.

Sementara itu Kapolsek Ngabang, AKP Prambudi mengatakan pihaknya turut melakukan koordinasi bersama sejumlah kepala desa yang wilayahnya terendam banjir.

Dari laporan bhabinkamtibmas di lapangan, banjir diperkirakan akibat kiriman dari wilayah perhuluan Sungai Landak di wilayah Kecamatan Air besar yang sudah terlebih dahulu banjir pada tiga hari lalu.

“Kita bekerja sama dengan para Kades di wilayah Ngabang dan Jelimpo melalui para Bhabinkamtibmas agar selalu waspada akan kemungkinan terjadi banjir. Tentunya kita bekerja sama dalam mendata warga terdampak. Dan kalau memang darurat, segera kita arahkan untuk relokasi,” ungkapnya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak meremhkan kondisi banjir. Apabila air naik dengan cepat, warga diminta segera waspada untuk relokasi. Pihaknya juga bekerja sama dengan Camat dan Koramil untuk menyiapkan lokasi posko pengungsian

“Karena kalau bicara air ini kan dia hitungannya dalam detik saja ya. Beberapa detik dia bisa naik dengan cepat,” katanya. (mif)

Editor : A'an
#ngabang banjir #landak #banjir #luapan air sungai