Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dua Kader Berebut Rekomendasi PDIP, Karolin dan Heri Saman, Siapa Lebih Kuat?

Syahriani Siregar • Kamis, 6 Juni 2024 | 15:28 WIB

Heri Saman dan Karolin Margret Natasa.
Heri Saman dan Karolin Margret Natasa.
NGABANG – Dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan memperebutkan rekomendasi partai untuk maju sebagai calon bupati dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Landak yang akan digelar November 2024 mendatang.

Dua nama tersebut ialah mantan Bupati Landak periode 2017-2022 Karolin Margret Natasa dan Ketua DPRD Landak saat ini Heri Saman.

Keduanya telah menyatakan tekadnya untuk maju sebagai calon Bupati Landak.

Keduanya juga optimis untuk mendapatkan rekomendasi partai pemenang di tiga perlehatan Pemilu Bumi Intan itu.

Keduanya juga telah mendaftar menjadi bakal calon bupati di semua partai yang membuka pendaftaran.

Karolin Margret Natasa telah menetapkan calon wakil bupati, sementara Heri Saman masih belum mau menyebutkan nama pendampingnya.

“Iya ada dua kader yang sudah mendaftar sebagai bakal calon bupati di PDIP. Karolin Magret Natasa dan Heri Saman,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Landak Herculanus Heriadi di Ngabang beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, partai mempersilakan semua kadernya untuk mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati.

Namun, hanya dua nama itu yang mengembalikan berkas pendaftaran. Ia mengatakan, hal itu akan berproses hingga DPP PDIP.

Pihaknya juga akan membuat survei siapa bakal calon kepala daerah yang layak dicalonkan oleh PDIP Kabupaten Landak.

Pihaknya juga sudah membuat pemetaan politik, kelemahan maupun keunggulan PDIP. Termasuk di mana saja kantong suara PDIP di Kabupaten Landak.

“Saya yang pernah dua kali jadi Wakil Bupati Landak. Saya tahu betul kalau memang kita ditugaskan yang direkomendasi tegak lurus menjalankan itu,” kata dia.

Namun, kata Heriadi, apabila bakal calon tidak mendapat rekomendasi, ia mempersilakan untuk tetap maju menjadi calon bupati di luar PDIP.

Hal itu menurutnya kembali kepada pilihan pribadi masing-masing.

“Itu hak, karena kita diberi hak. Tapi soal aturan anggaran dasar, kami tegak lurus, nama bakal calon tentu keluar satu orang. Tak mungkin dua orang. Pesan saya, semoga ketika direkomendasi atau pun tidak mendapat rekomendasi, kita legowo. Ya namanya, kita punya harapan untuk maju, tentu kita punya target,” terang Heriadi.

Sementara itu, Heri Saman menegaskan kala itu dirinya mendaftar menjadi salah satu bakal calon Bupati Landak sebagai kader PDI Perjuangan.

Sebagai kader, menurutnya ia memiliki hak mendaftar ke DPC PDI perjuangan Kabupaten Landak.

“Dan untuk itu saya tegaskan pada kesempatan ini kita maju terus sebagai calon Bupati Landak. Apa pun konsekuensinya. Apa pun risikonya kita berjuang bersama. Siap. Masalah partai kita serahkan kepada pimpinan partai,” terang Heri.

Ditanya apabila tidak mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, ia mengatakan sampai saat ini dirinya masih optimis untuk mendapatkan rekomendasi.

Selanjutnya ia menyerahkan kepada pimpinan partai. Sebagai kader ia siap mengikuti aturan yang digariskan oleh partai.

“Karena ini kan baru pendaftaran. Jadi kita jangan dulu berandai-andai rekomendasi itu jatuh kepada siapa. Yang jelas pasti partai pasti akan menentukan pada saatnya nanti,” ujarnya.

Karolin Margret Natasa mengatakan dirinya sebagai Bacalon Bupati Landak untuk periode 2025-2030 melalui PDI Perjuangan, baik sebagai kader maupun selaku bupati petahana dari PDI Perjuangan.

Karolin juga telah memperkenalkan bacalon Wakil Bupati Landak yang nantinya akan mendampingi dirinya diperhelatan pilkada Kabupaten Landak yakni Erani, Kepala Dinas PUPRPERA Kabupaten Landak.

Dirinya menuturkan dipilihnya Erani untuk mendampingi dirinya pada pilkada mendatang setelah melalui berbagai mekanisme baik komunikasi sesama kader dan juga antar partai.

“Kami bertetapan hati dan mudah-mudahan mendapatkan dikungan dari seluruh pihak dan seluruh elemen di Kabupaten Landak. Bahwa kita akan bergabung bersama dengan pak Erani dan mudah-mudahan juga bersama teman-teman Partai Gerindra. Koalisinya nanti akan ditentukan kemudian tetapi kami sungguh berharap dan membuka pintu yang seluas-luasnya agar teman-teman parpol di Kabupaten Landak dapat bergabung bersama-sama dengan kami,” ungkap Karolin.

Dirinya juga berharap agar teman-teman yang sebelumnya telah berkomunikasi dengan dirinya tetap berada dalam satu barisan untuk memenangkan Karolin dan Erani dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak.

“Mudah-mudahan dalam pertempuran ini dalam proses pemilihan yang akan datang kita kembali bisa memenangkan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak dan kita bisa meneruskan pembangunan yang selama ini terhenti karena Pandemi COVID-19, terhenti karena tidak adanya Bupati defenitif ini tentunya sangat menghambat pembangunan di Kabupaten Landak,” pinta Karolin. (mif)                  

Editor : Syahriani Siregar
#Heri Saman #PDIP #pilkada #karolin