NGABANG – Satuan tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 16 Tumbak Kaputing berhasil mencegah penyelundupan narkotika, pekerja migran ireguler non prosedural dan mengamankan senjata rakitan selama satu tahun bertugas.
Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan dalam konferensi persnya di Yonarmed 16 Tumbak Kaputing mengatakan, prajurit telah melaksanakan pengamanan di perbatasan selama satu tahun.
Menurut dia, capaian Satgas selama satu tahun itu, dinilai berhasil dan sukses. “Terbukti ada di depan kita ada 104 pucuk senjata rakitan yang berhasil kita dapatkan. Kemudian ada satu butir granat nanas dan ada hampir 60 butir amunisi bomen,” katanya di Ngabang.
Prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 16 Tumbak Kaputing juga berhasil mengamankan sebanyak 49,170 kilogram narkoba jenis sabu, dan 10 ribu butir narkoba jenis ekstasi.
Hasil tangkapan tersebut sudah disaerahkan kepada Badan Narkotika Nasional. Prajurit Satgas Pamtas juga berhasil mengamankan 200 orang pekerja migran ireguler non prosedural yang berusaha melewati perbatasan.
“Kita berhasil mengagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu total hampir 150 kilogram. Kemudian dengan tersangka yang berhasil kita tangkap adalah 37 orang. Sebanyak 9 orang dari Malaysia dan 28 dari orang Indonesia,” terang Pangdam.
Pangdam menambahkan, dari 350 orang yang diberangkatkan menuju perbatasan, kesemuanya dapat pulang dengan selamat. Hanya ada satu kecelakaan pada saat patroli, namun kini sudah kembali sehat. Ia mengatakan keberhasilan itu adalah wujud dari kerja keras. Kemudian keberhasilan dari anggota di lapangan.
Sejumlah prajurit Batalyon Armed 10 Kostrad dan Batalyon Armed 16 yang berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba sabu itu mendapatkan penghargaan dari Kepala Satuan Angkatan Darat (KasAD) dan Panglima TNI. Mereka juga mendapat penghargaan untuk prioritas sekolah.
“Ini adalah penghargaan dari pimpinan terhadap prestasi anak-anak di lapangan,” pungkas Iwan Setiawan. (mif)
Editor : A'an