PONTIANAK POST - Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Landak, Yulianus Edo Natalaga, mengimbau masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Landak, untuk melakukan diversifikasi usaha atau tanaman perkebunan guna mengantisipasi potensi anjloknya harga komoditas tertentu. Menurutnya, sektor perkebunan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, terutama perkebunan kelapa sawit.
Namun, tingginya peralihan lahan dari perkebunan karet ke sawit patut menjadi perhatian. "Saat ini, sekitar 65 persen dari 44 ribu hektare lahan karet di Landak telah beralih menjadi perkebunan sawit," ungkap Yulianus, Senin (10/3).
Ia menambahkan bahwa meskipun harga sawit saat ini tinggi, ketergantungan pada satu jenis komoditas berisiko bagi petani. Diversifikasi dapat menjadi langkah strategis untuk menghadapi fluktuasi harga pasar.
"Peralihan jenis tanaman perkebunan membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun hingga produktif. Selama periode itu, harga komoditas tertentu bisa turun, sementara yang lain justru naik," jelasnya.
Dengan adanya diversifikasi, petani tidak hanya mengurangi risiko ekonomi tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap perubahan pasar. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan berbagai jenis tanaman perkebunan yang memiliki potensi ekonomi tinggi di masa depan. (arf)
Editor : A'an