Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peringatan Hari Bumi Sedunia: Karolin Ajak Warga Pulihkan Lingkungan

Arief Nugroho • Rabu, 23 April 2025 | 13:45 WIB
TANAM POHON: Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, saat menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional 2025, Selasa (22/4) pagi.
TANAM POHON: Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, saat menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional 2025, Selasa (22/4) pagi.

PONTIANAK POST – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, melakukan penanaman pohon produktif jenis buah-buahan dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 2025. Kegiatan berlangsung di area intake PDAM Tirta Landak, Dusun Rai, Desa Raja, Kecamatan Ngabang, Selasa (22/4) pagi. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya penghijauan kawasan bantaran Sungai Landak.

Kegiatan dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Landak, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Landak, serta sejumlah pemangku kepentingan, termasuk keterlibatan anak-anak pramuka. Tak hanya menanam pohon, Karolin juga membagikan bibit buah-buahan kepada warga di empat dusun di Desa Raja, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Landak.

“Harapannya, kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk menjaga lingkungan. Menanam pohon berarti turut serta memulihkan alam, mengurangi bencana, menyerap air, dan membersihkan udara. Pohon adalah elemen vital dalam kehidupan kita,” ujar Karolin.

Ia menambahkan bahwa penyebab bencana alam seperti banjir dan longsor tak lepas dari perubahan iklim, penyempitan, dan pendangkalan sungai. Pemerintah Kabupaten Landak, kata Karolin, tengah menjalin komunikasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai untuk kajian awal revitalisasi sungai. “Kami siap berbagi biaya jika memang diperbolehkan, karena secara aturan, kewenangan penanganan sungai berada di pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sebagai pemerintah daerah, Karolin menegaskan tidak ingin berpangku tangan. Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat mengambil peran lebih aktif untuk mengajak seluruh kabupaten/kota yang dilalui Sungai Landak duduk bersama dengan pemerintah pusat.

“Kami sudah menyampaikan hal ini ke Bapak Gubernur. Sungai Landak mengalir melewati banyak wilayah, bukan hanya Ngabang. Perlu pendekatan kolaboratif untuk mengatasi persoalan penyempitan dan pendangkalan sungai,” ujarnya.

Karolin juga menyoroti pentingnya membangkitkan kembali kearifan lokal masyarakat Dayak, seperti kebiasaan menanam pohon saat anak lahir. “Dulu, kalau bayi lahir, ari-arinya ditanam bersama pohon. Saya pun menanam pohon kelapa saat anak saya lahir. Ini tradisi yang harus kita hidupkan kembali,” tuturnya.

Ia menekankan perlunya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan, khususnya ketika melakukan pembukaan lahan untuk keperluan ekonomi. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, Banda Kolaga, mengatakan bahwa penanaman pohon juga dilakukan di sejumlah sekolah dan sepanjang bantaran Sungai Landak di Desa Raja.

“Penanaman ini tersebar di beberapa kecamatan seperti Menyuke, Banyuke Hulu, Sengah Temila, Mempawah Hulu, dan Kuala Behe, dengan total areal mencapai sekitar 40 hektare,” jelas Banda. Jenis pohon yang ditanam meliputi tanaman produktif seperti alpukat dan mangga, yang diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan atau konsumsi masyarakat. “Melalui kerja sama dengan KPH Wilayah Landak, kami akan terus memperluas penanaman hingga ke seluruh kecamatan. Tujuannya untuk mengurangi polusi dan potensi banjir,” tutupnya. (arf)

Editor : Hanif
#buah-buahan #menanam pohon #PDAM #bupati landak #bantaran #penghijauan #sungai landak #NGABANG #kph #UPT #Desa Raja #karolin margret natasa