PONTIANAK POST – Warga Dusun Bagak, Desa Bagak, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di area kebun sawit pada Jumat (2/5) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Otonius bersama anaknya, Hamdi, yang saat itu pulang dari pondok ayam yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah mereka. Sesampainya di rumah, Hamdi mendengar suara tupai di depan rumah dan memberitahu ayahnya. Keduanya kemudian memutuskan untuk berburu tupai di sekitar lokasi.
Namun, dalam perjalanan kembali ke rumah, secara tidak sengaja Otonius melihat sesosok mayat tergeletak. Ia segera kembali ke rumah dan kebetulan bertemu dengan warga lain bernama Mariuston. Otonius kemudian mengajak Mariuston untuk bersama-sama mengecek penemuan tersebut. Tak lama kemudian, warga lain turut mendatangi lokasi. Temuan ini pun segera dilaporkan kepada Kepala Desa, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Menyuke.
Pada hari Jumat (2/5), personel Polsek Menyuke langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban ditemukan dalam keadaan terlentang tanpa mengenakan pakaian. Pakaian milik korban ditemukan berada di samping tubuhnya, terdiri dari celana pendek warna abu-abu, celana dalam putih, baju bermotif warna biru, dan sepasang sandal jepit merah.
Berdasarkan penyelidikan sementara, diperoleh informasi dari orang tua korban bahwa korban sudah meninggalkan rumah selama tiga hari dua malam tanpa pamit. Korban diketahui mengalami keterbelakangan mental dan selama ini tinggal bersama orang tuanya. Lokasi penemuan mayat berada sekitar 200 meter dari rumah korban, tepatnya di kebun kelapa sawit milik warga.
Kapolres Landak, AKBP Siswo Dwi Nugroho, melalui Kapolsek Menyuke Ipda Aprianus Sabari Tampe, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta keluarga korban. Saat ini, kasus masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” jelas Aprianus.
Aprianus menambahkan bahwa pihak kepolisian akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan mengumpulkan bukti-bukti serta hasil visum dari pihak medis. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis untuk memastikan penyebab kematian korban," ujarnya.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan secara kasat mata, namun kami tetap melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur pidana atau tidak dalam kasus ini,” ungkapnya. Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait kejadian tersebut, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak berwenang. (arf)
Editor : Hanif