PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan menggelar pendidikan dan pelatihan teknis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta calon wirausaha. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus Utama Universitas Santo Antonius Hippo, Kabupaten Landak, pada Selasa (6/5).
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pelaku UMKM yang bersemangat mengikuti pelatihan untuk memperkuat keterampilan dan memantapkan langkah dalam menjalankan usaha. Menurut Karolin, pelaku UMKM perlu memiliki semangat tinggi dan mental yang kuat, mengingat proses membangun usaha tidak selalu mudah dan seringkali harus melalui berbagai tantangan serta kegagalan.
“Berdasarkan data dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku UMKM merupakan sektor yang tahan terhadap krisis. Mereka mampu bertahan dalam situasi perang dagang, krisis ekonomi, bahkan saat pandemi COVID-19 kemarin,” ungkap Karolin.
Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan tidak hanya untuk memetakan potensi UMKM di Landak, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas produk olahan agar lebih berdaya saing di pasar. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM melalui pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Pelatihan ini mencakup pengolahan, pengemasan, hingga promosi produk,” tambahnya.
Karolin juga menekankan pentingnya koneksi antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan untuk mendukung pengembangan usaha ke depan. Ia berharap pelatihan ini dapat mendorong para peserta untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memenuhi berbagai ketentuan perizinan seperti PIRT dan sertifikasi halal. “Tinggal kemauan saja. Hari ini pelatihannya diberikan, nanti bisa kita lanjutkan ke tahap berikutnya. Soal pasar, saya yakin terbuka. Kita akan bantu sebisa mungkin melalui diskusi-diskusi lanjutan,” ucap Karolin.
Ke depan, Karolin berkomitmen terus mendorong agar pelaku usaha rumahan di Kabupaten Landak dapat berkembang dan dikelola secara profesional agar produknya mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak menyampaikan bahwa peserta pelatihan berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Landak. “Peserta berasal dari berbagai daerah dalam lingkup kabupaten,” jelasnya.
Materi pelatihan mencakup teknik pengolahan makanan yang higienis dan aman dari bahan berbahaya, serta aspek pengemasan dan pemasaran produk. “Pelatihan ini penting agar mereka memahami bagaimana mengolah makanan yang baik dan bisa diterima masyarakat. Nantinya akan kita pantau dan evaluasi sampai ke aspek pemasaran,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta yang telah terdaftar dalam aplikasi PK2UMK dan SIDT, terdiri atas 37 peserta pelatihan teknis olahan makanan dan 28 peserta pelatihan kewirausahaan dasar angkatan I. Kegiatan ini berlangsung dari 6 hingga 9 Mei 2025. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Sekda Landak Heri Adiwijaya, Kadiskumindag, Plt Kepala Bappeda, Plt Kadis PU, jajaran Kampus Universitas Katolik Santo Antonius Hippo, serta para pemateri. (arf)
Editor : Hanif