PONTIANAK POST - Polres Landak melakukan analisis dan evaluasi (anev) terkait ketahanan pangan di demplot atau lahan percontohan jagung Polres Landak, pada lahan tumpang sari sawit wilayah PTPN IV Regional V, Dusun Tenggalong, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Sabtu (14/6).
AKBP Siswo Dwi Nugroho yang turut didampingi Wakapolres Landak, Kompol Syaiful Bahri, memberi arahan kepada jajaran terkait pengelolaan lahan dan tanaman jagung. Usai pengarahan, Kapolres Landak bersama jajaran langsung berkeliling melihat hamparan tanaman jagung tersebut.
“Sengaja kami melibatkan seluruh Kapolsek yang ada di wilayah jajaran Polres Landak, untuk melaksanakan kegiatan studi banding. Karena apa, kami dari Kepolisian Resort Landak di demplot yang sudah kami lakukan, kita melaksanakan kegiatan sesuai dengan instruksi dan SOP penanaman jagung yang baik dan benar, dengan memanfaatkan dan menggunakan teknologi,” jelas Kapolres Landak Siswo Dwi Nugroho.
Dengan usia jagung yang paling lama 40 hari tersebut, jagung tumbuh subur dengan ketinggian 1 meter menuju ketinggian 1,2 meter, dengan penerapan SOP dan teknologi yang dilakukan.
Untuk itu, Kapolres Landak meminta para Kapolsek segera berkoordinasi dengan kelompok tani di wilayah kecamatan dan membenahi demplot atau lahan percontohan tanaman jagung di masing-masing Polsek.
“Dimana kami menargetkan empat hektare dari lahan demplot di setiap Polsek tersebut. Kami minta dengan para Kapolsek, untuk melaksanakan sesuai SOP yang sudah kami laksanakan,” imbuhnya.
SOP tanam jagung yang juga diterapkan di demplot Polres Landak tersebut, dikatakannya sudah terbukti berhasil dari panen jagung di wilayah Kabupaten Bengkayang, yang mencapai 9,4 ton per hektare.
“Dengan harapan kami bisa mengikuti dengan jumlah yang sama. Karena dengan jumlah di atas 6 ton bahkan sampai 7 ton per hektare, ini bahkan juga keberhasilan dari tanaman jagung di wilayah Polres Landak,” imbuhnya.
Dengan hasil dan harga yang baik nantinya, demplot ini diharapkan bisa menjadi percontohan warga Landak, sehingga bisa turut mengembangkan usaha pertanian jagung yang muaranya untuk kesejahteraan petani dan ketahanan pangan.
Dari total 40 hektare di wilayah PTPN IV tersebut, 20 hektare merupakan tanggung jawab Polres Landak dan 20 hektare Pemkab Landak. Saat ini untuk demplot Polres Landak sudah 10 hektare yang ditanami jagung dan untuk Pemkab Landak sudah 5 hektare yang ditanami, pada lahan tumpang sari dengan tanaman sawit tersebut.
Meski dengan tantangan hama maupun potensi curah hujan minim yang bisa mengakibatkan kekeringan, Polres Landak telah melakukan berbagai antisipasi.
Baik rutin melakukan penyemprotan hama, membersihkan gulma, hingga pemupukan oleh personel Polres Landak, di lokasi pinggir-pinggir kebun juga telah dipersiapkan embung dengan jarak tertentu sebagai sumber pengairan jika kekeringan melanda. “Sehingga kita dapat memperkecil risiko dari potensi gagal panen,” ucapnya.
Saat ini Tim Unit Kecil Lengkap Personel Polres Landak yang telah dibentuk khusus bergerak di bidang pertanian, berkolaborasi dengan masyarakat yang tergabung dalam Poktan Rajawali Polres Landak. Tim ini selalu bekerja untuk merawat tanaman jagung, agar dapat tumbuh subur dan maksimal hingga panen nanti.
Selain memastikan tanaman tumbuh subur, personel dengan SOP yang ada berbagi ilmu dengan warga agar nantinya bisa menerapkan pola pertanian jagung yang sama. Sehingga ilmu serta pengalaman yang ada diharapkan bisa ditularkan pada warga lain. (arf)
Editor : Hanif