PONTIANAK POST - Puluhan siswa SD Negeri 01 Ngabang rutin berlatih musik dan tari tradisional Dayak setiap Kamis sore. Lewat program sanggar seni yang dibentuk sejak 2022, anak-anak tak hanya belajar budaya daerah, tapi juga tampil percaya diri dalam berbagai pentas seni dan kegiatan resmi. Program ini telah berjalan sejak 2022, dan menjadi wadah untuk mengenalkan serta melestarikan kesenian daerah Kalimantan Barat.
Kepala SDN 01 Ngabang, Veridiana Eda, menyatakan sanggar seni tersebut dibentuk untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa di bidang seni budaya, khususnya kesenian Dayak. “Sejak dibentuk tahun 2022 lalu, anak-anak sangat antusias ikut berlatih musik maupun tarian tradisional. Sekolah menyediakan alat, pelatih, dan ruang latihan agar mereka bisa menyalurkan bakat dengan baik,” ujar Veridiana, Kamis (31/7).
Ia menambahkan, sanggar seni tak hanya melatih keterampilan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kekompakan, dan keberanian siswa untuk tampil di depan umum. “Kami ingin siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga punya kecakapan non-akademik. Sanggar ini menjadi ruang bagi mereka untuk berkembang secara utuh,” jelasnya.
Tidak hanya tari, siswa juga diajarkan memainkan instrumen musik tradisional, terutama perkusi khas Dayak. Menariknya, semua penampil adalah siswa SD, mulai dari pemusik hingga penari. Guru ekstrakurikuler seni, Yohanes, menjelaskan pelatihan dilakukan secara bertahap agar sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. “Saat ini ada 54 siswa tergabung dalam ekskul seni. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok agar lebih fokus saat latihan dan saat persiapan tampil,” kata Yohanes.
Salah satu siswi kelas VI, Difa (11), mengaku senang bisa mengekspresikan minatnya lewat sanggar seni. Ia terinspirasi sejak melihat penampilan kakak kelasnya di panggung sekolah. “Sekarang saya jadi lebih percaya diri kalau tampil. Saya juga sering bantu guru melatih teman-teman yang baru,” tuturnya.
Upaya SDN 01 Ngabang ini mendapat banyak apresiasi karena dinilai mampu memperkenalkan budaya lokal sejak dini serta mengasah kreativitas siswa. Selain menjadi bekal karakter, kegiatan ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan kerja sama di antara anak-anak. Setiap Kamis sore, siswa mengikuti latihan rutin. Mereka juga kerap tampil di berbagai kegiatan sekolah, acara kesenian, hingga undangan dari instansi pemerintahan dan lomba tingkat daerah. (arf)
Editor : Hanif