Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Landak Ajak DWP Perkuat Keluarga Cegah Dampak Negatif Media Sosial Anak

Miftahul Khair • Senin, 20 April 2026 | 14:02 WIB
 Bupati Landak Karolin Margret Natasa menghadiri halalbihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Landak di aula besar kantor bupati pada Kamis (16/4) (ISTIMEWA)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menghadiri halalbihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Landak di aula besar kantor bupati pada Kamis (16/4) (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Landak memperkuat fungsi keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah radikalisme, premanisme, serta dampak negatif media sosial terhadap anak.

Pesan tersebut disampaikan Karolin saat menghadiri rangkaian kegiatan halal bihalal, perayaan Paskah, Hari Kartini, serta sosialisasi gizi keluarga yang digelar DWP Kabupaten Landak di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Kamis (16/4). Agenda ini merupakan bagian dari pertemuan rutin bulanan organisasi tersebut.

Karolin menegaskan bahwa keluarga menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter anak, termasuk dalam mengenal nilai kasih sayang, toleransi, dan sikap menghargai perbedaan.

 Ia menilai tantangan yang dihadapi keluarga saat ini semakin kompleks. Pengaruh negatif seperti radikalisme, premanisme, hingga perundungan kini banyak bersumber dari ruang digital yang mudah diakses anak. Dalam konteks ini, Karolin menekankan peran strategis ibu dalam mendampingi dan mengarahkan anak agar tidak mudah terpengaruh konten negatif di media sosial.

Baca Juga: Kekuatan Pahlawan Nasional Jenderal Soedirman Ternyata Bukan Senjata

“Ibu-ibu DWP memiliki peran yang sangat strategis untuk menanamkan nilai kasih sayang, tenggang rasa, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak dini kepada anak-anak. Ajarkan bahwa tetangga yang berbeda agama adalah saudara dan merupakan bagian dari bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital di lingkungan keluarga. Orang tua diminta lebih waspada terhadap aktivitas anak di media sosial, mengingat anak cenderung meniru perilaku yang dilihat dari orang dewasa.

“Saya percaya bahwa anak-anak itu meniru perilaku orang tua. Jadi bagi ibu-ibu yang menggunakan media sosial agar berhati-hati juga di depan anak, karena anak itu dalam diam menyerap seperti spons,” kata dia.

Karolin turut mengingatkan agar media sosial tidak dijadikan tempat meluapkan persoalan pribadi atau rumah tangga. Menurutnya, simpati yang muncul di dunia maya kerap bersifat semu dan tidak selalu diikuti empati nyata.

“Jangan mengharapkan simpati melalui media sosial karena itu semu. Kita tidak tahu. Berbeda kalau kita punya teman, mungkin kita bicara hal privat, bisa curhat empat mata, empati yang kita dapatkan itu riil,” ucapnya.

Baca Juga: Polres Kubu Raya Siapkan Uji Coba ETLE Mobile untuk Perluas Penindakan Pelanggaran

Selain isu keluarga dan digital, Karolin juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi dalam rumah tangga. Ia mendorong jajaran DWP, khususnya di unit OPD, untuk memberikan perhatian lebih kepada ibu muda dan pasangan baru agar memahami asupan gizi, tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting.

Menurutnya, perhatian terhadap gizi harus dimulai sejak masa kehamilan karena berpengaruh langsung pada kualitas pertumbuhan anak.

“Anak itu dimulai dari masa kandungan, itu penting sekali untuk pemenuhan gizinya. Kalau selama hamil ibu anemia, tentu akan menjadi persoalan, anaknya juga tidak akan tumbuh kembangnya optimal,” kata Karolin. (mif/r)

Editor : Hanif
#peran keluarga #medsos #DWP #bupati landak #dampak negatif