PONTIANAK POST - Bupati Landak Karolin Margret Natasa memberikan kuliah umum kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat dalam rangka membekali calon aparatur sipil negara menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan modern di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus IPDN Kalbar, Mempawah, Selasa (26/5), itu juga bertepatan dengan momentum Dies Natalis ke-70 IPDN. Direktur IPDN Kampus Kalimantan Barat, Maris Gunawan Rukmana, menyebut Karolin sebagai sosok inspiratif yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pelayanan publik, mulai dari profesi dokter, anggota DPR RI dua periode, hingga menjadi kepala daerah.
"Kehadiran Bupati Landak di tengah-tengah kita bukan hanya sekadar kepala daerah, tetapi juga sebagai figur inspiratif perempuan Kalimantan Barat yang telah menunjukkan dedikasi, kapasitas, dan prestasi luar biasa dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Maris.
Ia juga meminta seluruh praja memanfaatkan kuliah umum tersebut untuk menyerap pengalaman dan wawasan kepemimpinan dari narasumber. "Sebagai calon kader pemerintahan masa depan, Saudara harus mampu menyerap pengalaman, wawasan, dan nilai-nilai kepemimpinan dari narasumber kita hari ini," tambahnya.
Baca Juga: Edi Kamtono Dorong Optimalisasi PAD Lewat Pemanfaatan Aset Milik Pemkot Pontianak
Dalam pemaparannya, Karolin menekankan pentingnya birokrasi yang berjalan sesuai aturan dan prosedur. Menurutnya, regulasi bukan penghambat, melainkan perlindungan bagi aparatur negara dalam menjalankan tugas. "Birokrat enggak boleh jauh-jauh dari aturan. Jangan pandang itu sebagai musuh Anda. Tapi bagi birokrat, SOP, aturan, undang-undang, itulah pelindung setia Anda," tegas Karolin.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan berbasis data yang akurat. Menurutnya, birokrasi modern tidak bisa lagi bekerja tanpa dukungan data yang valid. "Data sekarang menjadi sesuatu yang sangat penting. Kita kadang-kadang melupakan data dan birokrasi harus kuat di data," ungkapnya.
Menghadapi bonus demografi dan target Indonesia Emas 2045, Karolin turut mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, agar memiliki daya saing global dengan terus belajar dan menguasai bahasa asing. "Kalau kita mau berdaya saing, SDM unggul dan berdaya saing global, harus mau melihat ke luar, mau terus belajar, dan memiliki daya saing global, serta menguasai bahasa," katanya.
Pada akhir pemaparannya, Karolin juga menyinggung pentingnya keberanian perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan. Menurutnya, ruang bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis kini semakin terbuka. "Di dunia yang penuh ketidakpastian, memang keberanian menjadi hal yang penting bagi para perempuan untuk terlibat. Karena negara sudah menyediakan tempat, menyediakan regulasi, memberikan kesempatan, tinggal berani atau tidak menjawab tantangan itu," pungkasnya. (mif/r)
Editor : Hanif