Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polisi Pastikan Dua Hotspot di Kecamatan Beduai Tidak Picu Kebakaran Lahan

Hanif PP • Selasa, 9 Juni 2026 | 13:19 WIB
Jajaran Polsek Beduai melakukan verifikasi lapangan terhadap dua titik panas di lahan pertanian warga, Minggu (7/6). Kondisi dinyatakan terkendali. (HUMAS POLRES)
Jajaran Polsek Beduai melakukan verifikasi lapangan terhadap dua titik panas di lahan pertanian warga, Minggu (7/6). Kondisi dinyatakan terkendali. (HUMAS POLRES)

PONTIANAK POST - Jajaran Polsek Beduai melakukan verifikasi lapangan terhadap dua titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Minggu (7/6). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengecekan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB setelah titik panas terpantau melalui sejumlah aplikasi pemantauan, yakni Bongkar, BRIN Fire Hotspot, Sipongi, dan Geospatial Analytics & Monitoring (GAC) pada pukul 13.09 WIB.

Tim verifikasi yang terdiri dari Aiptu Samdeni, Aipda Zakaria Ocen, dan Brigpol Petrus Andika langsung mendatangi lokasi guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan langkah mitigasi untuk mencegah potensi kebakaran.

Berdasarkan hasil pengecekan, titik panas pertama berada di Dusun Muara Beduai, Desa Kasro Mego. Lokasi tersebut merupakan lahan milik warga seluas sekitar 0,6 hektare yang dipersiapkan untuk berladang dan akan ditanami padi serta jagung.

Baca Juga: Pelepasan 68 Lulusan SDS Alfa Omega Landak, Bupati Karolin Tekankan Pengembangan Potensi Anak

Sementara itu, titik panas kedua ditemukan di Dusun Berinang, Desa Kasro Mego. Lahan milik warga seluas sekitar 0,5 hektare tersebut juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Dalam pemeriksaan di lapangan, petugas memastikan tidak terdapat api aktif yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar. Pengecekan dilakukan mengingat kondisi cuaca panas dan lahan yang relatif kering dapat meningkatkan risiko penyebaran api.

Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana mengatakan setiap informasi hotspot yang terdeteksi melalui sistem pemantauan akan segera ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.

“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap potensi kebakaran lahan. Setiap hotspot yang terdeteksi akan diverifikasi secara langsung oleh personel agar diketahui penyebabnya serta memastikan tidak ada api yang dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Heri, kehadiran personel di lokasi juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memperhatikan aspek keselamatan dalam pengelolaan lahan pertanian.

Baca Juga: Polres Landak Edukasi Pelajar SMA Arastamar tentang Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

Ia menegaskan, kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Beduai.

Dari hasil pengecekan, situasi di kedua lokasi terpantau aman dan terkendali. Polsek Beduai akan terus meningkatkan pemantauan serta berkoordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait guna mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada periode cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko titik api.(hms)

Editor : Hanif
#polsek beduai #sanggau #BRIN #Hotspot #karhutla