PONTIANAK POST - Polres Landak mengikuti upacara peringatan Hari Berkabung Daerah Tahun 2026 yang digelar di halaman Tugu Monumen Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Senin (29/6).
Peringatan tersebut menjadi momen untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pejuang Kalimantan Barat yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang pada masa pendudukan sekitar tahun 1942.
Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Kegiatan ini diikuti berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, instansi pemerintah, TNI-Polri, veteran, organisasi masyarakat, pelajar, keluarga korban, hingga masyarakat umum.
Baca Juga: Hari Berkabung Daerah Kalbar Jadi Momentum Mengenang Tragedi Mandor dan Para Pahlawan
Hari Berkabung Daerah menjadi agenda tahunan untuk mengingat kembali peristiwa kelam dalam sejarah Kalimantan Barat. Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi generasi penerus mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghormati jasa para pahlawan, serta mempertahankan nilai kebangsaan.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, mengatakan kehadiran Polres Landak dalam upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap para pejuang yang telah memberikan pengorbanan bagi bangsa dan negara.
"Hari Berkabung Daerah bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani semangat perjuangan, pengorbanan, serta memperkuat rasa cinta tanah air. Polres Landak berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan," ujar AKBP Devi Ariantari.
Ia menambahkan, nilai perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
"Melalui peringatan Hari Berkabung Daerah Tahun 2026, diharapkan seluruh masyarakat dapat terus menjaga persatuan, menghargai sejarah perjuangan bangsa, serta bersama-sama mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, damai, dan sejahtera," tuturnya. (mif/r)
Editor : Hanif