PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan menggelar sunatan massal dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Puskesmas Mandor, Selasa (30/6).
Kegiatan yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah tersebut menjadi bagian dari program mengisi masa libur sekolah dengan aktivitas yang produktif sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 34 anak tercatat mendaftar sebagai peserta sunatan massal. Satu anak tidak dapat mengikuti kegiatan karena mengalami demam. Selain itu, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi orang tua pendamping juga mendapat respons positif dengan melayani sekitar 70 warga.
Baca Juga: HUT ke-80 Bhayangkara, Pemkab Landak Dorong Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang menginisiasi kegiatan tersebut mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Karolin tidak hanya membahas pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga menyampaikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak di Kabupaten Landak. Ia menyebut rata-rata lama sekolah masyarakat di daerah tersebut masih menjadi tantangan yang harus diperbaiki.
"Kita di Kabupaten Landak ini, rata-rata lama sekolah seluruh masyarakat kalau dirata-ratakan hanya sekolah 7,5 tahun. Artinya tamat SD, nggak tamat SMP. Tentu ini memprihatinkan, kita berharap anak-anak ini bisa sekolah sampai paling tidak SMA karena ke depan persaingan akan semakin sulit," ujar Karolin.
Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu menghadapi persaingan di masa depan. Karolin juga mengingatkan anak-anak untuk membiasakan hidup bersih sejak dini, termasuk menjaga kebersihan area reproduksi. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung kesehatan sekaligus kesiapan mereka dalam mengejar cita-cita.
Baca Juga: Film Minions & Monsters Resmi Tayang di Bioskop Indonesia, Pilihan Tepat Isi Liburan Sekolah Anak
"Anak-anak diajarkan sejak dini yang namanya kebersihan dan kesehatan, termasuk area reproduksi yang hari ini akan disunat. Supaya nanti pas mau tes tentara atau polisi, jangan ada penyakit kulit, harus bersih dan rapi," tegasnya.
Selain memberikan perhatian kepada anak-anak, Karolin juga mengajak para orang tua yang hadir untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia. Ia mengingatkan orang tua agar menjaga kesehatan karena memiliki peran penting dalam mendampingi pertumbuhan anak hingga dewasa.
"Kalau dilihat, anak-anak masih kecil. Jadi kalau ibunya ada darah tinggi, jangan berhenti minum obat, karena kita akan perlu sehat untuk bisa mengurus anak-anak kita. Jangan cuma mengantar anak sekolah, tapi kalau bisa sampai mengantar cucu ke sekolah," tambah Karolin.
Baca Juga: Bupati Karolin Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya di Landak
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Susi menjelaskan kegiatan bertajuk “Libur Produktif, Tumbuh Sehat: Sunatan Massal bagi Generasi Emas Kabupaten Landak” tersebut diikuti puluhan anak. "Hal ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan dan bersama Puskesmas Mandor serta pihak terkait dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan," jelas Susi.
Ia memastikan proses sunatan dilakukan sesuai standar medis. Sebelum tindakan, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan atau screening untuk memastikan kondisi mereka. "Tindakan sirkumsisi sesuai standar medis, observasi pasca tindakan, dan setelah sunatan nanti akan diberi obat-obatan dan edukasi perawatan luka, Ibu Bupati, serta bingkisan sebagai bentuk perhatian kepada peserta atau anak," pungkasnya. (mif/r)
Editor : Hanif