PONTIANAK POST – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau langsung kesiapan satuan tugas pemadam kebakaran dalam mengantisipasi serta mengendalikan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Landak. Karolin memastikan kesiapan armada dan personel terus ditingkatkan melalui penanganan terpadu yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.
"Ya ini kita juga mengecek kesiapan dari badan pemadam kebakaran ya. Seperti yang dilihat tadi memang ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, kemudian juga dari pemadam swasta," kata Karolin seusai memimpin pengecekan pasukan gabungan pada Sabtu (22/8).
Dalam memadamkan titik api, terutama di area pelosok yang sulit dijangkau lewat jalur darat, Pemkab Landak telah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memohon bantuan teknis penanganan dari udara. Saat ini pemantauan ketat tengah difokuskan di wilayah yang dinilai berpotensi mengalami perluasan api.
Baca Juga: Bupati Karolin Dorong Penangkar Benih Padi Mandiri untuk Tingkatkan Produktivitas
"Tapi biasanya untuk kebakaran lahan yang tempatnya terlalu terpencil, kita juga meminta bantuan dari provinsi untuk water bombing dan juga modifikasi cuaca," ujar Karolin.
Ia menjelaskan bahwa jajarannya terus memantau pergerakan titik panas secara teratur. "Yang kami monitor secara ketat dan berpotensi meluas itu ada di Kecamatan Ngabang untuk saat ini. Kami sudah mengirim tim juga ke sana untuk melakukan mitigasi dan sudah berkoordinasi dengan provinsi," tambahnya.
Selain memperkuat langkah pemadaman di lapangan, Bupati Karolin menyoroti dampak asap karhutla terhadap penurunan kualitas udara yang kian mengkhawatirkan. Ia mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk mewaspadai risiko kesehatan dengan membatasi kegiatan di luar rumah.
"Kepada masyarakat Kabupaten Landak, pagi hari ini kualitas udara kita masuk dalam zona hampir berbahaya. Oleh karena itu saya mengimbau kita semua untuk mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu," tegas Karolin.
Menyikapi maraknya perayaan di bulan kemerdekaan, Karolin secara khusus meminta pihak panitia dan masyarakat untuk menunda sementara seluruh agenda turnamen atau kegiatan olahraga luar ruangan demi keselamatan bersama.
"Kegiatan-kegiatan turnamen agar ditunda terlebih dahulu. Baik itu turnamen bola, voli, maupun apapun yang berada di luar ruangan. Panitia dan para peserta menahan diri, ditunda terlebih dahulu sampai keadaan cuaca ini membaik dan kualitas udara kita membaik," tutup Karolin. (mif/r)
Editor : Rafael B. Junior