Pemprov Kalbar dan Pemkab Landak Perkuat PAUD, Fokus Pendidikan Karakter dan Gizi Anak

Miftahul Khair • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:55 WIB
Tim Satgas Pangan menggelar sidak pangan di Pasar Rakyat Landak Kecamatan Ngabang pada Rabu (26/8). (HUMAS POLRES LANDAK)
Tim Satgas Pangan menggelar sidak pangan di Pasar Rakyat Landak Kecamatan Ngabang pada Rabu (26/8). (HUMAS POLRES LANDAK)

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Landak memantapkan kolaborasi strategis dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pemenuhan gizi anak. Langkah nyata ini ditandai dengan kunjungan kerja Bunda PAUD Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, di Kabupaten Landak, Jumat (28/8).

Kedatangan Erlina disambut hangat oleh Bupati Landak yang juga menjabat Bunda PAUD Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa. Peninjauan lapangan tersebut difokuskan untuk mengawal layanan PAUD agar berjalan optimal dan holistik integratif.

Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa penguatan sektor PAUD merupakan pilar penting dalam mencetak generasi penerus yang berdaya saing.

Baca Juga: 41 Anak TK dan PAUD Singkawang Lantang Bacakan Pancasila, Buka Gebyar HUT ke-81 RI Penuh Semangat

"Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar," ujar Karolin.

Ia menambahkan bahwa pemenuhan hak pendidikan anak sejak dini merupakan komitmen berkelanjutan Pemkab Landak demi meningkatkan mutu sumber daya manusia di daerah.

"Pemerintah Kabupaten Landak sangat menyadari, investasi pada PAUD adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di daerah untuk masa depan," tegasnya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis lewat lonjakan status akreditasi lembaga PAUD di Kabupaten Landak. Jika pada 2025 tingkat akreditasi baru menyentuh 44,4 persen, angka tersebut melesat drastis pada 2026.

"Tapi di tahun 2026 ada peningkatan, pada tahun 2026 ini telah terakreditasi 87,1%. Ada peningkatan hampir 100% dari jumlah yang telah terakreditasi," papar Karolin.

Prestasi ini kian lengkap dengan capaian Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD yang menembus 90,39 persen pada 2025, melampaui target yang telah ditetapkan. Kendati demikian, Karolin menegaskan jajarannya tidak berpuas diri.

"Kami menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya dalam hal pemerataan akses PAUD hingga ke pelosok, penguatan peran PAUD negeri, serta peningkatan kompetensi para pendidik PAUD," tambahnya.

Fokus pada Gizi dan Pembentukan Karakter

Menanggapi capaian tersebut, Bunda PAUD Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian Pemkab Landak terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, kunjungan ini membawa misi krusial untuk memastikan kesejahteraan anak-anak Kalbar tercukupi dengan baik.

"Kehadiran kami di Kabupaten Landak hari ini bukan sekadar untuk melakukan kunjungan, tetapi untuk bersilaturahmi, melihat secara langsung tumbuh kembang anak-anak kita, dan sekaligus menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan PAUD anak usia dini yang berkualitas dan holistik integratif," tuturnya yang juga menjabat Bupati Mempawah sekaligus Istri Gubernur Kalbar tersebut.

Di sela-sela agenda, Erlina berbaur hangat dan berinteraksi langsung dengan siswa-siswi TK. Ia mengaku kagum saat mendapati para murid sudah memahami jenis ikan yang aman maupun pantang dikonsumsi.

"Jadi anak-anak hebat, Indonesia kuat, PAUD berkualitas, generasi emas berkelas," ucap Erlina memberikan semangat.

Ia pun mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pendidik untuk senantiasa memperhatikan pemenuhan pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) guna membentengi kesehatan anak. "Konsumsi B2SA dapat mengurangi risiko gizi buruk, sering sakit-sakitan, stunting, obesitas, diabetes, gagal ginjal, dan penyakit jantung," pungkas Erlina. (mif)

 

Editor : Hanif
PAUD Landak gizi anak kalimantan barat pendidikan karakter Pendidikan Anak Usia Dini