Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Waspada! Psikolog Ungkap Ciri Teman Bermuka Dua, Salah Satunya Dekat di Sekitar Kita

Hanif PP • Jumat, 12 September 2025 | 15:46 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PONTIANAK POST – Dalam hubungan pertemanan, ada kalanya kita menemukan teman yang kelihatannya baik di depan tetapi ternyata bersikap negatif di belakang. Psikolog dan pakar hubungan interpersonal memperingatkan bahwa teman seperti ini, yang sering disebut sebagai toxic friend atau teman beracun, bisa merusak kesehatan mental dan emosional seseorang.

“Teman toxic biasanya menunjukkan sikap yang tidak konsisten, ramah di depan namun merendahkan atau membicarakan kita di belakang. Pola ini bisa menimbulkan rasa tidak aman dan merusak kepercayaan diri,” jelas Ikhsan Bella Persada, M.Psi., dikutip dari KlikDokter.

Senada, psikiater Abigail Brenner, MD menyebut bahwa hubungan dengan orang toxic sering kali ditandai dengan kaburnya batas-batas emosional. “Kita merasa lelah, terkuras, bahkan kehilangan jati diri karena terlalu sering dirugikan dalam hubungan yang tidak sehat ini,” ujarnya, dilansir Psychology Today.

Baca Juga: Rahasia Kulit Mulus, 7 Cara Ampuh Cegah Jerawat Menurut Ahli Dermatologi

Ciri-Ciri Teman Toxic Bermuka Dua

Berdasarkan penelitian dan pendapat para ahli, berikut ciri-ciri teman yang manis di depan tetapi jahat di belakang:

  1. Ucapan manis di muka, namun gosip atau kritik tersembunyi
    Mereka bisa sangat ramah dan perhatian saat di hadapanmu, tetapi membicarakan kelemahanmu di belakang, membanding-bandingkan, atau mengadu domba.
  2. Ketidakkonsistenan antara kata dan tindakan
    Janji yang tidak ditepati, berubah-ubah sikap tergantung siapa yang ada di sekitar mereka, atau tampilan dukungan yang hanya sementara.
  3. Suka mencari kesalahan & merendahkan, tapi tak mau dikritik
    Kritik yang bersifat merendahkan, bukan membangun; mereka sulit menerima kritik dari orang lain.
  4. Menggunakan hubungan untuk kepentingan sendiri
    Dekat saat butuh, tetapi menghilang atau abaikanmu saat kamu membutuhkan.
  5. Mengontrol dan membatasi
    Bisa lewat sikap yang membatasi kebebasanmu, membuat kamu merasa tidak bisa menjadi diri sendiri, bahkan menjauhkan dari teman atau keluarga agar kamu lebih bergantung kepada mereka.
  6. Menimbulkan stres, menurunkan kepercayaan diri
    Setelah berinteraksi dengan mereka, kamu merasa lelah, sedih, malu, atau kurang percaya diri.

Cara Mengenali Sejak Dini

Untuk mendeteksi teman bermuka dua sedini mungkin:

Cara Menjauh dengan Sehat

Ahli psikologi juga menyarankan strategi agar tetap sehat secara mental sambil menjauh dari teman toxic:

  1. Komunikasi terbuka: ungkapkan secara jujur perasaanmu jika merasa disakiti oleh perilakunya.
  2. Tentukan batas (personal boundary): Batasi interaksi, tidak harus memutus hubungan secara langsung, cukup kurangi intensitas komunikasi.
  3. Kurangi eksposur emosional: Tidak harus memutus total, tapi kurangi keterlibatan emosional agar tidak selalu terpengaruh.
  4. Bangun lingkungan suportif: cari teman-teman yang mendukung, menghargaimu, dan memiliki empati.
  5. Cari bantuan profesional jika diperlukan: jika perasaan negatif seperti cemas, stres, atau rasa rendah diri terus-menerus mengganggu, psikolog atau konselor bisa membantu.

Pada akhirnya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan bersama orang yang hanya berpura-pura. Teman sejati adalah mereka yang hadir bukan hanya saat senang, tetapi juga saat kita terjatuh. Jadi, jangan ragu untuk menjauh dari mereka yang bermuka dua, dan bukalah ruang lebih luas untuk orang-orang tulus yang mampu membawa cahaya dalam hidupmu. (*)

Editor : Hanif
#toxic #bermuka dua #kesehatan mental #teman