Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mengapa Jeruk Selalu Hadir Saat Imlek? Ini 7 Makna Keberuntungan dan Filosofi di Baliknya

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi jeruk Imlek.
Ilustrasi jeruk Imlek.

PONTIANAK POST — Setiap perayaan Imlek, jeruk hampir selalu menjadi buah yang paling mudah ditemui, mulai dari meja tamu hingga bingkisan untuk kerabat.

Warna cerah dan rasanya yang segar membuat jeruk tak sekadar dipilih sebagai sajian, tetapi juga dipercaya menyimpan simbol keberuntungan, kemakmuran, dan doa baik di tahun yang baru.

Lalu, apa saja makna dan filosofi yang membuat jeruk begitu lekat dengan tradisi Imlek? Berikut tujuh makna di baliknya yang disadur dari Jawa Pos.

Baca Juga: Harmoni Imlek dan Ramadhan 2026 di Singkawang Kian Pertegas Predikat Kota Tertoleran

1. Simbol Keberuntungan

Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut juzi, pelafalannya mirip dengan jixiang yang bermakna keberuntungan.

Sementara dalam bahasa Kanton, jeruk dilafalkan gam, bunyinya serupa dengan kata emas.

Karena kemiripan makna dan bunyi inilah, jeruk kemudian dipercaya sebagai simbol rezeki, kemakmuran, dan pembawa hoki dalam tradisi Imlek.

2. Warna Pembawa Hoki

Tak hanya dari segi nama, warna jeruk pun menyimpan makna tersendiri. Nuansa kuning hingga oranye cerah yang menyerupai kilau emas membuat jeruk kian kuat dipandang sebagai lambang kemakmuran, rezeki berlimpah, dan harapan akan kehidupan yang lebih sejahtera.

3. Lambang Persatuan Keluarga

Dalam budaya Tionghoa, bentuk jeruk yang bulat tidak dimaknai secara kebetulan.

Bentuk tersebut melambangkan kesatuan dan kelengkapan, sekaligus menjadi simbol harmoni serta persatuan dalam keluarga dan kehidupan.

Baca Juga: Event Imlek dan Cap Go Meh 2026: Gubernur Norsan Minta Maskapai Berperan Aktif

4. Suguhan Persembahan

Dalam tradisi Tionghoa, jeruk juga kerap disajikan di altar keluarga. Buah ini dipersembahkan kepada para leluhur sebagai simbol penghormatan, sekaligus doa dan harapan agar berkah serta kebaikan mengalir bagi kehidupan di masa depan.

5. Diterima Universal

Jeruk dikenal sebagai sajian yang bersifat universal, mudah diterima oleh semua kalangan, dan dapat dinikmati oleh berbagai usia.

Tak hanya itu, jeruk juga kerap menjadi media yang mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Buah ini lazim dibawa sebagai hadiah saat berkunjung, perayaan, atau saling bertukar bingkisan.

Karena fleksibel dan sarat makna, jeruk pun dipercaya sebagai simbol keharmonisan sekaligus pembawa hoki.

6. Tradisi Tukar Jeruk

Salah satu tradisi khas Imlek adalah saling bertukar jeruk antara tamu dan tuan rumah saat berkunjung ke rumah kerabat atau sahabat.

Tamu biasanya membawa kantong merah kecil berisi jeruk mandarin, lalu menyerahkannya dengan kedua tangan sebagai bentuk penghormatan.

Menariknya, tuan rumah akan mengembalikan salah satu jeruk sebagai balasan.

Ritual sederhana ini dipercaya tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga melambangkan berbagi rezeki dan menularkan kemakmuran.

Baca Juga: Cap Go Meh: Puncak Perayaan Imlek yang Sarat Tradisi dan Makna

7. Keseimbangan dan Penyegaran

Jeruk dikenal sebagai buah yang kaya vitamin C sehingga konsumsinya dipercaya membawa kesehatan, salah satu bentuk rezeki yang paling berharga.

Usai santap malam dan momen reuni keluarga, jeruk kerap hadir sebagai hidangan penutup yang menyegarkan, sekaligus melambangkan keseimbangan, kebugaran, dan harapan akan kehidupan yang sehat di tahun mendatang. (*)

Editor : Miftahul Khair
#rejeki #perayaan #makna #hoki #jeruk #imlek