PONTIANAK POST - Binaragawan sekaligus pakar kebugaran Ade Rai membagikan tips menjalani puasa Ramadan yang sehat dan optimal.
Salah satu kunci utamanya adalah strategi sahur tanpa karbohidrat untuk menjaga kestabilan gula darah dan memaksimalkan pembakaran lemak.
Dalam tayangan terbaru di kanal YouTube Dunia Ade Rai, Ade Rai menjelaskan bahwa sahur bukan sekadar simbol bangun sebelum subuh. Menurutnya, sahur memegang peran strategis dalam menjaga energi tubuh selama puasa.
Ia menyarankan agar sahur diisi dengan protein dan lemak, bukan karbohidrat. Telur disebut sebagai pilihan paling praktis, disusul ikan, ayam, atau sumber protein hewani lainnya.
Baca Juga: Tak Bisa Puasa dan Olahraga karena Asam Lambung? Ini Cara Mengatasinya Menurut Ade Rai
Ade Rai menjelaskan bahwa karbohidrat sebaiknya dihindari saat sahur karena dapat memicu lonjakan gula darah.
“Kalau sahur tidak pakai karbo, berarti tubuh kita tidak bertemu karbohidrat hampir 18-20 jam. Itu membuat gula darah stabil dan tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi,” jelas Ade Rai.
Ia menambahkan, setelah makanan dicerna dalam waktu sekitar 2-4 jam, tubuh secara alami akan beralih menggunakan cadangan energi dari lemak. Kondisi ini sangat ideal untuk fat burning sekaligus menjaga stamina selama puasa.
Selain itu, Ade Rai juga menyarankan agar asupan cairan saat sahur ditambah dengan sedikit garam Himalaya atau sea salt. Tujuannya untuk membantu retensi air agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi saat berpuasa.
“Kopi dan teh boleh, tapi jangan pakai gula. Kalau pakai susu, pilih full cream, bukan low fat atau fat free,” ujarnya.
Baca Juga: 7 Metode Langsing Ala Ade Rai, Tak Perlu Diet Ketat
Ade Rai menegaskan bahwa puasa Ramadan bukan hanya meningkatkan keimanan, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan metabolik dan imunitas tubuh jika dijalani dengan strategi yang tepat. (*)
Editor : Miftahul Khair