Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Riset: Olahraga 3 Menit Sehari Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 23 Februari 2026 | 13:00 WIB

Ilustrasi olahraga hanya 3 menit.
Ilustrasi olahraga hanya 3 menit.

PONTIANAK POST - Anggapan bahwa olahraga harus dilakukan selama berjam-jam demi mendapatkan manfaat kesehatan jantung mulai dipatahkan oleh temuan ilmiah terbaru.

Dalam tayangan kanal YouTube SB30Health, dijelaskan bahwa aktivitas fisik singkat berdurasi 3 hingga 4 menit per hari ternyata dapat memberikan efek protektif yang signifikan terhadap risiko penyakit jantung.

“Kalau saya bilang olahraga cuma tiga menit sehari bisa punya efek yang hampir sama ke jantung seperti orang yang capek-capek gym satu jam, pasti banyak yang nggak percaya,” demikian pernyataan pembuka dalam video tersebut.

Namun, klaim tersebut bukan sekadar opini, melainkan didukung oleh rangkaian riset medis besar yang dilakukan sejak 2002 hingga 2025.

Disebutkan bahwa sebuah studi yang melibatkan sekitar 25.000 orang menemukan bahwa melakukan aktivitas fisik singkat berintensitas tinggi selama beberapa menit per hari dapat menurunkan risiko kematian hingga 40 persen.

Angka ini hampir setara dengan manfaat yang diperoleh dari olahraga terstruktur dalam durasi panjang.

Baca Juga: Nyeri Dada Tak Selalu karena Jantung, Ternyata Bisa GERD! Begini Penjelasan dr Tirta

Baca Juga: Tips Olahraga dan Menu Buka Puasa ala Ade Rai, Hindari Lonjakan Gula

Masalah Utama: Terlalu Banyak Duduk

Video tersebut juga menyoroti fakta mengejutkan dari studi besar tahun 2017 yang dilakukan oleh Stanford University. Studi itu menganalisis data ponsel pintar dari sekitar 700.000 orang di seluruh dunia.

Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya berjalan sekitar 3.513 langkah per hari, jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 5.000 langkah.

Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat aktivitas fisik terendah.

“Masalahnya bukan cuma soal olahraga satu jam, tapi apa yang kita lakukan selama 96 persen waktu lainnya.”

Penelitian fisiologis menunjukkan bahwa satu jam olahraga hanya mengisi sekitar 4 persen dari total waktu harian seseorang.

Jika seseorang duduk diam selama 6–10 jam per hari, maka enzim pembakar lemak seperti lipoprotein lipase (LPL) di otot kaki menjadi tidak aktif.

Akibatnya, gula dan lemak menumpuk di darah dan meningkatkan risiko diabetes serta penyakit jantung, meskipun rutin ke gym.

Solusi Ilmiah: “Cemilan Olahraga”

Sebagai solusi, para ilmuwan memperkenalkan konsep VILPA (Vigorous Intermittent Lifestyle Physical Activity) atau yang disebut dalam video sebagai “cemilan olahraga”.

Konsep ini menekankan aktivitas fisik singkat namun intens, dilakukan beberapa kali dalam sehari.

Contohnya termasuk:

- Lari singkat mengejar kendaraan,

- Naik tangga dengan cepat,

- Aktivitas bermain aktif bersama anak.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine pada Desember 2022 menemukan bahwa orang yang tidak rutin olahraga tetapi sering melakukan aktivitas fisik singkat dan intens memiliki penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 48–49 persen.

Baca Juga: Sering Alami Brain Frog atau Sulit Fokus saat Bekerja? Coba Rutin Olahraga, Ini Penjelasan Ahli

Baca Juga: 10 Manfaat Buah Lontar bagi Kesehatan Tubuh, Jaga Imunitas hingga Jantung

“Totalnya cuma tiga sampai empat menit per hari, dibagi-bagi. Efek proteksinya ke jantung hampir sama dengan orang yang rutin olahraga,” tutup penjelasan dalam YouTube tersebut. (*)

Editor : Miftahul Khair
#risiko penyaki jantung #studi #penjelasan ilmiah #olahraga #aktivitas fisik