Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tak Sekadar Bakar Kalori, Ade Rai Jelaskan Manfaat Olahraga untuk Metabolisme dan Insulin

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:15 WIB

Ilustrasi olahraga tak sekadar bakar kalori.
Ilustrasi olahraga tak sekadar bakar kalori.

PONTIANAK POST - Banyak orang berolahraga dengan satu tujuan utama yakni membakar kalori.

Namun menurut Ade Rai, melalui kanal YouTube pribadinya, ia menyatakan manfaat olahraga jauh lebih dalam daripada sekadar menurunkan berat badan.

Secara sederhana, tubuh hanya membakar sekitar 5 kalori per menit saat berolahraga. Sementara dalam beberapa menit makan saja, seseorang bisa mengonsumsi ratusan kalori.

Artinya, olahraga memang membantu menjaga keseimbangan energi antara kalori masuk dan kalori keluar. Namun itu baru permukaan dari manfaat sesungguhnya.

Mengurangi Resistensi Insulin

Masalah kesehatan modern banyak dipicu oleh konsumsi karbohidrat berlebihan. Ketika asupan gula terlalu tinggi, sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi ini disebut resistensi insulin.

Padahal, insulin adalah hormon yang berfungsi membantu gula darah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi atau disimpan.

Jika sel tidak lagi responsif terhadap insulin maka gula darah meningkat, lemak tubuh bertambah, dan risiko gangguan metabolik meningkat. Olahraga membantu mengatasi masalah ini.

Otot adalah “Gudang” Pembakaran Gula

Ade Rai menjelaskan bahwa otot rangka adalah organ terbesar dalam tubuh dan menjadi tempat utama pembakaran gula. Semakin besar massa otot maka semakin besar kapasitas menyerap gula, semakin tinggi pembakaran energi, dan semakin baik metabolisme tubuh.

Latihan pengencangan otot meningkatkan massa otot sekaligus menaikkan basal metabolic rate (BMR), yaitu jumlah energi yang dibakar tubuh saat istirahat.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, olahraga bisa dilakukan dalam bentuk:

- Latihan pengencangan otot (resistance training)

- Aktivitas aerobic

- Kombinasi seperti high intensity interval training (HIIT)

Kombinasi ini membantu pembakaran gula lebih efisien sekaligus menjaga massa otot.

Metabolisme Sehat, Tubuh Lebih Tangguh

Ketika metabolisme bekerja optimal dan resistensi insulin menurun, tubuh menjadi lebih stabil secara energi.

Kadar gula darah lebih terkontrol, penyimpanan lemak lebih terkendali, dan daya tahan tubuh ikut meningkat.

Dengan kata lain, olahraga bukan hanya soal penampilan fisik. Ia adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan metabolik.

Dari penjelasan Ade Rai, terlihat jelas bahwa manfaat olahraga tidak bisa disederhanakan hanya sebagai aktivitas pembakar kalori. Ia menyentuh sistem imun, metabolisme, hormon, hingga fungsi otak.

Dan kabar baiknya, semua manfaat itu bisa dimulai dari satu hal sederhana yaitu bergerak secara konsisten. (*)

Editor : Miftahul Khair
#resistensi insulin #metabolisme #bakar kalori #ade rai #olahraga