Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

6 Penyebab Berat Badan Susah Turun Menurut Ade Rai, dari Kurang Protein hingga Stres

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB
Ilustrasi berat badan susah turun. (FREEPIK)
Ilustrasi berat badan susah turun. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Banyak orang merasa sudah diet dan rutin olahraga, tetapi berat badan tak kunjung turun. Binaragawan sekaligus pakar kebugaran Ade Rai mengungkap enam penyebab utama yang sering tidak disadari, mulai dari pola makan hingga faktor stres.

Dalam kanal YouTubenya, Ade Rai menjelaskan bahwa kesalahan paling umum ada pada komposisi makronutrisi.

“Sebenarnya bukan proteinnya tinggi, tapi proteinnya cukup. Karena sebagian besar masyarakat kita justru konsumsi proteinnya rendah,” Ungkap Ade Rai.

Baca Juga: Ingin Menambah Berat Badan? Berikut 12 Buah yang Disarankan Ahli Gizi, Tak Harus Minum Suplemen

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang cenderung mengonsumsi karbohidrat dan lemak berlebih, terutama dari sumber olahan (refined), sementara asupan protein justru kurang.

Terlalu Fokus Kardio, Lupa Latihan Beban

Alasan kedua adalah pola olahraga yang tidak seimbang. Banyak orang hanya mengandalkan kardio tanpa latihan beban.

Menurut Ade Rai, otot berperan penting sebagai “mesin pembakar kalori," kata dia.

Baca Juga: Ingin Berat Badan Ideal? Cukup Lakukan 3 Kebiasaan Sederhana Ini, Tak Perlu Ribet!

“Latihan beban sesungguhnya yang berhubungan dengan otot, sedangkan otot adalah mesin pembakar kalori dalam tubuh kita,” terang dia.

Tanpa latihan otot, proses pembakaran lemak menjadi kurang optimal.

Olahraga Intensitas Rendah

Masalah berikutnya adalah intensitas olahraga yang terlalu rendah. Ia mencontohkan kebiasaan olahraga kardio 30 menit yang belum tentu efektif membakar lemak.

Tubuh, kata dia, cenderung masih membakar gula di awal latihan. Ketika mulai masuk fase pembakaran lemak, aktivitas justru sudah selesai.

Kalori Berlebih Meski Makanan Sehat

Alasan keempat berkaitan dengan total kalori yang dikonsumsi. Banyak orang merasa sudah makan sehat, tetapi lupa mengontrol jumlahnya.

“Terlepas dari sumbernya tepat, kalau kalorinya terlalu berlebihan, badan tidak akan membakar lemak yang ada di tubuh,” tegas Ade Rai.

Baca Juga: Tak Sekadar Bakar Kalori, Ade Rai Jelaskan Manfaat Olahraga untuk Metabolisme dan Insulin

Konsep defisit kalori tetap menjadi kunci utama dalam penurunan berat badan.

Salah Kaprah soal ‘Cheat Day’

Ade Rai juga menyoroti kebiasaan cheat day yang justru bisa menggagalkan diet. “Kita tidak mau cheat day, tapi cheat meal,” kata dia.

Ia menyarankan agar “menyimpang” dari pola makan cukup dilakukan dalam satu kali makan, bukan seharian penuh, agar tidak merusak progres.

Baca Juga: Diet vs Olahraga: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Stres Picu Kenaikan Berat Badan

Faktor terakhir yang tak kalah penting adalah stres, terutama yang bersifat jangka panjang dan emosional.

Menurutnya, stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada kenaikan gula darah dan penumpukan lemak, terutama di area perut.

“Kalau stres secara emosional long-term, itu bukan ide yang baik,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung faktor lain seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga kurangnya aktivitas fisik harian yang turut memengaruhi berat badan.

Evaluasi Menyeluruh Jadi Kunci

Melalui enam poin tersebut, Ade Rai menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, bukan sekadar fokus pada satu aspek seperti diet atau olahraga saja.

Penurunan berat badan, menurutnya, merupakan hasil dari kombinasi pola makan seimbang, latihan yang tepat, manajemen stres, serta konsistensi jangka panjang. (*)

Editor : Miftahul Khair
#penyebab berat badan susah turun #gagal diet #stres #ade rai