PONTIANAK POST - Anggrek tetap menjadi primadona di hati para pencinta tanaman hias. Namun, bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan, menata koleksi bunga seringkali menjadi tantangan. Sebagai solusi, teknik menempel anggrek pada dahan kayu kini tengah populer karena dianggap lebih efisien dan memiliki nilai estetika tinggi.
Owner Batang Dahan, Rizki Nusa Aji, mengungkapkan bahwa tidak semua jenis anggrek bisa diperlakukan dengan teknik ini. Hanya jenis epifit atau yang secara alami tumbuh menempel di pohon yang cocok.
"Ada empat jenis yang sesuai: Bulan, Dendrobium, Cattleya, dan Vanda. Namun, yang paling umum digunakan adalah Dendrobium dan Bulan," jelas Rizki, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Mengenal Anggrek, Puspa Pesona Indonesia
Memilih Media Kayu yang Tepat
Pemilihan jenis kayu sangat krusial karena proses anggrek untuk benar-benar menyatu (settle) bisa memakan waktu hingga satu tahun. Menggunakan kayu yang mudah keropos hanya akan merugikan penghobi.
Berdasarkan riset pribadinya, Rizki menemukan bahwa kayu kamboja adalah pilihan paling ideal. "Kayu kamboja itu paling cocok. Kalau kayu kopi yang umum dipakai sebenarnya gampang keropos," tambahnya. Selain kamboja, kayu santigi atau ulin juga bisa digunakan, meski harganya lebih mahal atau bentuknya kurang artistik. Pilihan lain seperti kayu jambu biji atau nangka juga memungkinkan, asalkan kulit kayunya dikupas terlebih dahulu untuk hasil maksimal.
Rahasia Pemasangan yang Kuat
Untuk pengikat, Rizki merekomendasikan penggunaan tali ijuk. Selain awet hingga 2-3 tahun, tali ijuk juga berfungsi sebagai media tanam tambahan. Agar tanaman tidak stres, penggunaan sphagnum moss putih sangat disarankan untuk menjaga kelembapan akar.
Baca Juga: Pelatihan Budidaya Anggrek Bagi Guru Biologi SMA di Pontianak
"Saya biasa menggunakan stapler tembak agar tali ijuk menempel kuat. Media tanaman ditekan dulu agar padat dan rapi. Pakai stapler itu lebih mudah, terutama bagi pemula," ujarnya membagi tips.
Pengaturan Cahaya dan Perawatan
Tata letak tanaman pada dahan tidak boleh sembarangan. Rizki menyarankan model penempatan zig-zag dan dimulai dari bagian atas dahan ke bawah. Hal ini bertujuan agar setiap tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang cukup.
Faktor sinar matahari juga sangat menentukan. Jika teras rumah menghadap ke timur, sebaiknya anggrek hanya dipasang pada satu sisi dahan yang terkena cahaya matahari pagi. "Satu dahan sebaiknya satu jenis anggrek saja, karena tiap jenis punya kebutuhan air dan cahaya yang berbeda," paparnya.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Bermanfaat untuk Taman Anda
Perawatan Rutin Agar Awet
Karena nutrisi dari batang kayu sangat terbatas, pemupukan rutin menjadi kewajiban. Rizki menyarankan pemupukan minimal seminggu sekali, idealnya dua kali seminggu menggunakan pupuk organik. Selain itu, kebersihan tanaman harus dijaga; jika terdapat daun yang busuk, segera potong agar tidak menular ke bagian lain.
Meski prosesnya memakan waktu, keindahan anggrek yang tumbuh menyatu secara alami dengan dahan kayu akan memberikan kepuasan tersendiri bagi pemiliknya. (*)
Editor : Chairunnisya