Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Pangan Melonjak? Simak Strategi Cerdas Kelola Anggaran Dapur Tetap Hemat

Chairunnisya • Senin, 20 April 2026 | 19:35 WIB

Ilustrasi belanja bahan pokok (FREEPIK)

Ilustrasi belanja bahan pokok (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Kenaikan harga bahan pokok belakangan ini memaksa banyak keluarga untuk memutar otak lebih keras.

Keluhan mengenai uang belanja yang cepat habis kian nyaring terdengar, sementara kebutuhan gizi harian tidak boleh dikompromi.

Menghadapi situasi ini, perencana keuangan Rahma Maryama CFP menekankan pentingnya fleksibilitas dan perubahan pola pikir dalam mengelola dapur.

Substitusi Bahan dan Deteksi Kebocoran

Kunci utama agar keuangan tetap sehat adalah kemampuan melakukan substitusi bahan pangan. Saat harga satu komoditas melambung, beralihlah ke alternatif yang lebih terjangkau namun tetap padat gizi.

Baca Juga: Pasokan Bahan Pokok Aman, Inflasi Pontianak Terkendali 

"Jangan terpaku pada satu merek atau jenis bahan pangan. Jika daging sapi naik, geser sumber protein ke yang lebih murah. Jika cabai mahal, gunakan cabai kering atau petik dari tanaman sendiri," ujar Rahma, dikutip dari Jawapos

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mencatat pengeluaran harian untuk mendeteksi "kebocoran kecil" seperti biaya admin transfer atau hobi jajan online yang sering tak terasa.

Atur Ulang Anggaran dan Prioritas

Dalam kondisi ekonomi fluktuatif, Rahma menyarankan pembagian anggaran yang lebih konservatif:

1. 50–60%: Kebutuhan utama (pangan, pendidikan, kesehatan).

2. 20–30%: Kewajiban atau cicilan.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich, Biar Beban Finansial Lebih Ringan

3. Sisanya: Tabungan, dana darurat, dan keinginan.

Untuk sementara, pos hiburan dan gaya hidup seperti langganan streaming atau makan di luar perlu ditekan demi memperkuat cadangan pangan keluarga.

Belanja Pintar dan Food Preparation

Agar anggaran cukup hingga akhir bulan, lakukan audit kulkas sebelum pergi berbelanja. Prinsip "habiskan stok, baru belanja" sangat efektif mencegah bahan makanan terbuang sia-sia. Setelah belanja, terapkan teknik food preparation.

"Luangkan waktu 30–60 menit untuk mencuci dan memotong bahan per porsi. Ini membuat bahan lebih awet dan mencegah kita tergoda memesan makanan online karena alasan malas masak," jelas Rahma.

Baca Juga: Bukan Tabu, Ini Alasan Mengapa Masalah Keuangan Wajib Dibahas Sebelum Menikah

Efisiensi dengan Batch Cooking dan Minim Limbah

Strategi lain yang tak kalah jitu adalah batch cooking atau memasak bumbu dasar dalam jumlah besar. Cara ini terbukti lebih hemat gas, minyak goreng, dan tenaga. Kreativitas mengolah makanan sisa juga menjadi kunci.

Sisa ayam suwir atau sayur rebus bisa disulap menjadi menu baru seperti nasi goreng atau bakwan, yang secara elegan menyelamatkan anggaran dapur.

Terakhir, bagi keluarga dengan lahan terbatas, menanam bumbu dapur sendiri seperti daun bawang atau cabai di pot kecil bisa menjadi alternatif.

Selain memberikan kepuasan psikologis, langkah kecil ini terbukti memberikan dampak finansial yang nyata saat harga pasar sedang tidak bersahabat. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips hemat #tips #belanja #bahan pokok #tips rumah tangga