PONTIANAK POST - Siapa bilang berkebun harus selalu berurusan dengan tanah yang kotor? Di tengah gaya hidup urban yang serbapraktis, tren bercocok tanam kini mulai bergeser ke arah yang lebih modern, bersih, dan estetik.
Salah satu rahasianya adalah penggunaan media tanam hidroton.
Hidroton merupakan media tanam berbentuk bulatan kecil yang terbuat dari tanah liat yang dipanaskan pada suhu ekstrem hingga 1.200 derajat Celcius. Proses pembakaran tinggi ini bukan tanpa alasan.
“Proses ini membuat hidroton jadi steril, bebas bakteri, dan sangat aman digunakan untuk tanaman,” ujar Fitriani, kreator kebun di balik akun @kakpit_06, dilansir dari Jawapos.
Baca Juga: Raih Penghasilan Tambahan dari Pembuatan Media Tanam
Keunggulan: Sirkulasi Oksigen Lebih Baik
Salah satu masalah utama dalam berkebun adalah akar tanaman yang mudah membusuk akibat kelembapan berlebih. Hidroton hadir sebagai solusi karena strukturnya yang berpori (porous).
Kondisi ini mendukung sirkulasi udara di sekitar akar berjalan optimal. Dengan asupan oksigen yang baik, tanaman menjadi lebih sehat dan terhindar dari risiko busuk akar.
Selain itu, hidroton memiliki kemampuan istimewa dalam menyimpan air dan nutrisi dalam jumlah besar, lalu melepaskannya secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman.
“Hidroton sangat optimal untuk metode hidroponik atau semi-hidroponik. Bahkan untuk tanaman anggrek, media ini bisa jadi pengganti arang yang sangat efektif,” tambah Fitriani.
Baca Juga: Pesona Dragon Fire Tanaman Hias Eksotis Favorit Kolektor Mancanegara
Jenis Tanaman yang Cocok
Meski sangat fleksibel, Fitriani menyarankan untuk memilih tanaman dengan batang yang tidak berkayu. Beberapa sayuran seperti sawi, selada, dan tomat terbukti tumbuh subur dengan media ini.
Untuk tanaman hias interior, hidroton adalah primadona bagi jenis sirih gading, sansiviera (lidah mertua), philodendron, kuping gajah, monstera, dan anggrek.
Tips Perawatan: Jangan Lupa Cek Air
Menggunakan hidroton berarti Anda harus memperhatikan ketersediaan air dan nutrisi secara rutin. Fitriani menyarankan pemberian nutrisi hidroponik setiap satu pekan sekali.
“Masalah yang paling sering muncul adalah lupa mengecek air. Jika air sampai habis, tanaman bisa kering dan mati, kecuali untuk jenis anggrek,” tegasnya.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Bermanfaat untuk Taman Anda
Kabar baiknya, hidroton termasuk media tanam yang ekonomis karena bisa digunakan berulang kali selama bertahun-tahun selama bentuknya belum hancur.
Agar tetap bersih dan bebas kuman, cucilah hidroton dan pot setidaknya sebulan sekali.
Untuk perawatan ekstra, Anda bisa merendamnya dengan air panas atau pestisida guna menghilangkan patogen yang menempel setelah pemakaian berbulan-bulan.
Berkebun dengan hidroton tidak hanya menawarkan kemudahan, tapi juga memberikan sentuhan visual yang rapi bagi sudut rumah Anda. Siap beralih ke gaya berkebun bersih hari ini? (*)
Editor : Chairunnisya