Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tips Menanam Stroberi di Dataran Rendah agar Tetap Berbuah

Chairunnisya • Rabu, 22 April 2026 | 21:04 WIB
Umi menunjukkan beberapa sayur dan buah yang berhasil ditanam. Salah satunya stroberi. (JAWAPOS)
Umi menunjukkan beberapa sayur dan buah yang berhasil ditanam. Salah satunya stroberi. (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Tidak semua varietas stroberi cocok ditanam di dataran rendah. Tanaman ini pada dasarnya lebih menyukai udara sejuk, sehingga perawatannya di daerah panas membutuhkan perhatian ekstra.

Kreator kebun @umi_ulfarm, Umi Ulfa Rozana, menjelaskan hanya beberapa varietas yang relatif adaptif di dataran rendah, seperti California dan mencir.

“Ada varietas yang memang butuh suhu dingin. Di dataran rendah bisa hidup, tapi sering tidak produktif,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Stroberi yang mengalami stres panas biasanya menunjukkan gejala seperti daun layu saat siang hari, bunga mudah rontok, hingga buah yang kecil.

Baca Juga: Berkebun di Lahan yang Rendah

Kunci Utama Media Tanam

Kunci utama keberhasilan menanam stroberi di dataran rendah terletak pada media tanam. Umi menyarankan media harus gembur, sejuk, dan tidak menahan air.

“Campuran tanah, kompos, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 2:1:1:1 cukup ideal,” jelasnya.

Media ini memungkinkan akar “bernapas” dan mencegah air menggenang yang dapat memicu jamur.

Untuk memudahkan perawatan, ia menyarankan menggunakan pot atau polybag. Selain lebih praktis, tanaman juga bisa dipindahkan ke tempat teduh saat cuaca terlalu panas.

Meski menyukai udara sejuk, stroberi tetap membutuhkan sinar matahari, terutama pada pagi hari.

Baca Juga: 10 Manfaat Buah Lontar bagi Kesehatan Tubuh, Jaga Imunitas hingga Jantung

“Idealnya kena matahari dari pukul 07.00 sampai 11.00. Setelah itu sebaiknya terlindung, bisa dengan paranet,” katanya.

Penyiraman dilakukan satu hingga dua kali sehari, tergantung kondisi media. Yang terpenting, tanah tidak terlalu basah.

“Kalau masih lembap, tidak perlu disiram lagi. Stroberi sensitif terhadap air berlebih,” tambahnya.

Pilih Pupuk Organik

Untuk nutrisi, Umi lebih memilih pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang matang, atau pupuk cair organik. Ia juga mengingatkan agar tidak berlebihan memberikan nitrogen saat fase berbunga.

“Kalau nitrogen berlebih, daun jadi subur tapi bunga sulit muncul,” ujarnya.

Sebaliknya, unsur kalium dan kalsium perlu ditingkatkan agar bunga dan buah berkembang optimal. Penyemprotan pupuk cair sebaiknya dilakukan sore hari agar tanaman tidak stres.

Di dataran rendah, hama dan penyakit juga lebih beragam. Kutu daun, thrips, hingga jamur menjadi ancaman utama.

“Jamur di akar sangat berbahaya karena bisa membuat tanaman mati mendadak,” jelas Umi.

Baca Juga: Manfaat Buah Stroberi bagi Kesehatan Tubuh

Pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga jarak tanam, memastikan sirkulasi udara baik, serta rutin memeriksa daun. Penggunaan pestisida nabati, seperti rendaman tembakau atau kulit bawang, juga bisa menjadi solusi alami.

Dengan perawatan yang tepat, stroberi di dataran rendah bisa mulai berbuah dalam dua hingga tiga bulan dari bibit siap tanam.

Umi mengingatkan, buah sebaiknya dipanen saat benar-benar matang di pohon agar rasanya manis.

“Kalau dipanen terlalu cepat atau perawatannya kurang tepat, buah bisa kecil dan asam,” pungkasnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#berkebun #stroberi #Tips Berkebun #buah #tanaman