Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kesalahan Fatal Keluarga Muda Saat Lanjut Studi Hingga Picu Konflik Rumah Tangga

Chairunnisya • Jumat, 1 Mei 2026 | 20:19 WIB
Ilustrasi calon mahasiswa membuka laman salah satu kampus untuk program pascasarjana (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi calon mahasiswa membuka laman salah satu kampus untuk program pascasarjana (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Melanjutkan studi ke jenjang S-2 atau S-3 memang membuka peluang besar bagi masa depan. Namun, tanpa persiapan matang, keputusan ini justru bisa memicu masalah baru dalam kehidupan keluarga muda.

Tidak sedikit keluarga yang terjebak pada keputusan terburu-buru. Padahal, studi lanjutan bukan hanya soal akademik, tetapi juga menyangkut keseimbangan finansial, hubungan pasangan, hingga pengasuhan anak.

Dalam praktiknya, ada sejumlah kesalahan umum yang kerap terjadi. Banyak keluarga muda memutuskan kuliah tanpa melibatkan pasangan, terlalu berambisi mengejar gelar hingga mengorbankan stabilitas keuangan, serta terlalu bergantung pada beasiswa atau bahkan berutang.

Guru Besar Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Prof Rahmat Setiawan, mengingatkan dampak serius dari keputusan yang tidak matang.

Baca Juga: Keluarga Muda Wajib Tahu Ini Risiko Keuangan Saat Lanjut Studi S2 S3

’’Kesuksesan akademik jangan sampai dibayar dengan runtuhnya keuangan keluarga atau retaknya rumah tangga,’’ katanya, dikutip dari Jawapos.

Dari sisi apa yang perlu diperhatikan, komunikasi menjadi faktor kunci. Keputusan melanjutkan studi tidak boleh menjadi beban sepihak dalam rumah tangga.

Mengapa komunikasi penting? Tanpa komunikasi yang baik, keputusan kuliah berpotensi memicu konflik, baik secara ekonomi maupun emosional.

’’Komunikasi yang buruk berisiko menimbulkan konflik ekonomi maupun emosional. Sebaliknya, komunikasi yang sehat akan membuat pasangan saling mendukung,’’ jelasnya.

Baca Juga: Tips Keluarga Muda Siap Lanjut Studi S2 dan S3 Tanpa Ganggu Finansial

Bagaimana dengan faktor lain di luar keuangan? Rahmat menegaskan bahwa aspek nonfinansial juga harus diperhitungkan secara serius. Dampak terhadap karier, pola asuh anak, serta relasi dalam keluarga perlu menjadi bahan pertimbangan sejak awal.

Kapan sebaiknya keputusan ditunda? Jika studi justru berpotensi mengganggu pengasuhan anak atau merusak keharmonisan rumah tangga, maka langkah terbaik adalah menunda.

’’Kalau kuliah membuat pengasuhan anak terbengkalai atau relasi rumah tangga rusak, sebaiknya ditunda dulu. Jangan sampai gelar didapat, tapi keluarga jadi korban,’’ kata Rahmat.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh, mulai dari komunikasi, keuangan, hingga kesiapan keluarga—keputusan melanjutkan studi dapat dijalani dengan lebih bijak dan minim risiko. (*)

Editor : Chairunnisya
#pasangan muda #beasiswa #pascasarjana #kuliah