PONTIANAK POST - Berkebun di balkon rumah memiliki tantangan tersendiri.
Paparan panas ekstrem, hujan deras, hingga angin kencang sering menjadi kendala utama bagi tanaman yang ditanam di area terbuka.
Namun, kreator kebun yang kerap membagikan aktivitasnya lewat akun @dewimayasari0214 Dewi Mayasari menyarankan untuk menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi cuaca agar kebunnya tetap produktif sepanjang musim.
’’Saat kemarau, saya stop tanam beberapa sayuran dan ganti dengan melon yang butuh sinar matahari dari pagi sampai sore. Jadi kebun tetap produktif,’’ ungkapnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Daftar Tanaman Cocok untuk Balkon Rumah yang Tidak Terlalu Luas
Saat musim hujan tiba, Dewi kembali menanam sayuran konsumsi dan menghentikan penanaman melon. Cara itu membuat tanaman lebih mudah beradaptasi dengan kondisi cuaca.
Selain panas dan hujan, angin besar juga menjadi tantangan saat berkebun di balkon. Pot gantung yang dipasang di pagar balkon menjadi bagian paling rawan terkena terpaan angin.
’’Biasanya kami turunkan beberapa pot yang digantung di pagar. Selebihnya masih aman,’’ kata Dewi.
Kebunnya yang tampak rimbun di foto dan video kerap membuat banyak orang mengira lahannya luas. Padahal, semua tanaman ditata secara efisien di balkon rumah berukuran terbatas.
Baca Juga: Cara Kreatif Memanfaatkan Balkon Rumah Menjadi Kebun Sayur Produktif
Untuk mengoptimalkan ruang, Dewi menggunakan rak bertingkat, planter bag, dan konsep vertical garden.
’’Rak bertingkat cocok untuk meletakkan banyak pot. Planter bag dipakai untuk tanaman berakar luas seperti anggur dan apel futsa. Sedangkan vertical garden diganti dengan dudukan besi yang ditempel pagar,’’ bebernya.
Dengan strategi penataan dan pemilihan tanaman yang tepat, kebun balkon tetap bisa bertahan menghadapi perubahan cuaca. (*)
Editor : Chairunnisya