PONTIANAK POST - Memelihara kodok leukistik tidak hanya soal menikmati tampilannya yang unik.
Di balik warna putihnya yang mencolok, amfibi ini ternyata memiliki karakter aktif dan rakus sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam perawatan sehari-hari.
Agresif Berburu Makanan
Steve Sugianto, salah satu pemilik pusat edukasi satwa eksotik di Surabaya, Keong Jumbo Indonesia, mengatakan kodok leukistik dikenal agresif saat berburu makanan.
’’Apa pun yang bergerak sering dianggap makanan,’’ kata Steve, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Pesona Kodok Putih yang Makin Diminati Pecinta Satwa Eksotik
Aktif Berpindah Tempat
Selain rakus, kodok leukistik juga sangat aktif berpindah tempat. Karakter tersebut membuat pemilik harus lebih waspada agar hewan peliharaan ini tidak lepas dan menghilang.
’’Jika dibiarkan lepas, kodok leukistik bisa bergerak cepat dan menghilang. Meski begitu, amfibi ini tetap relatif aman untuk dipegang dengan cara yang benar,’’ lanjutnya.
Kesalahan Paling Umum
Kesalahan paling umum dalam perawatan adalah menjemur kodok atau memberikan lampu panas.
Baca Juga: Jika Anda Tidur Bersama Hewan Peliharaan, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi
Menurut Steve, perlakuan tersebut justru dapat membuat kodok mengalami stres karena kulitnya sangat tipis dan sensitif terhadap panas langsung.
’’Kulitnya tipis. Kena panas langsung bisa stres,’’ tegasnya.
Kodok bersifat nokturnal sehingga lebih nyaman berada di lingkungan teduh dengan pencahayaan minim.
Karena itu, perawatan kodok leukistik tidak membutuhkan lampu pemanas maupun sinar ultraviolet seperti beberapa reptil eksotik lainnya.
Meski terlihat unik dan eksotik, perawatan yang tepat tetap menjadi kunci agar kodok leukistik dapat hidup sehat dan aktif. (*)
Editor : Chairunnisya