Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan

Chairunnisya • Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB
Sistem akuaponik ini baik untuk menanam aneka sayur sekaligus budi daya lele atau nila. (DOK JAWAPOS)
Sistem akuaponik ini baik untuk menanam aneka sayur sekaligus budi daya lele atau nila. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Berkebun di lahan sempit kini bukan lagi hambatan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Pekebun akuaponik Sevy Dwi Kartikasari menyebut sistem akuaponik semakin diminati karena praktis, hemat air, dan cocok diterapkan di lingkungan perkotaan.

Akuaponik merupakan gabungan antara akuakultur dan hidroponik dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Baca Juga: Pemupukan dan Perawatan Daisy serta Cosmos untuk Pemula Berkebun

Sistem ini memungkinkan budidaya ikan dan tanaman dilakukan bersamaan dalam sirkulasi air yang terus berulang.

Cara Kerja Sistem Akuaponik

Menurut Sevy, limbah kotoran ikan yang mengandung amonia akan diurai mikroorganisme menjadi nutrisi untuk tanaman.

’’Tanaman dan media tanam menyaring air kotor, lalu air bersih dikembalikan lagi ke kolam ikan. Sistemnya berulang,’’ ujar Sevy, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Berkebun di Lahan yang Rendah

Dengan mekanisme tersebut, air terus bersirkulasi sehingga tidak terbuang sia-sia.

Berbeda dengan hidroponik yang menggunakan nutrisi anorganik seperti AB mix, akuaponik memanfaatkan nutrisi organik dari limbah ikan.

Hemat Air dan Panen Ganda

Sevy menyebut penggunaan air pada sistem akuaponik bisa lebih hemat hingga 90 persen dibanding metode konvensional.

Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Bermanfaat untuk Taman Anda

’’Keunggulannya bisa dobel panen, organik tanpa pupuk kimia, dan fleksibel karena desainnya bisa menyesuaikan lahan,’’ katanya.

Selain menghasilkan sayuran, sistem ini juga memberikan hasil panen ikan dalam waktu bersamaan.

Cocok untuk Rumah Minimalis

Akuaponik dapat diterapkan di berbagai ukuran lahan, termasuk teras dan balkon rumah.

Yang terpenting, area tersebut mendapatkan sinar matahari dan sirkulasi udara cukup.

Baca Juga: Daftar Tanaman Cocok untuk Balkon Rumah yang Tidak Terlalu Luas

Sevy menggunakan tong bekas berukuran 200 liter sebagai kolam ikan dan grow bed sekitar satu meter persegi untuk menanam sayuran.

’’Jadi bukan masalah luasnya, akuaponik bisa didesain menyesuaikan lahan,’’ lanjut pekebun akuaponik sejak 2015 itu.

Tantangan Sistem Akuaponik

Meski memiliki banyak kelebihan, akuaponik tetap membutuhkan perhatian khusus. Set up awal dinilai lebih kompleks dan membutuhkan listrik untuk pompa air.

Baca Juga: Sayuran Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol: Rekomendasi dari Dokter Spesialis

Selain itu, setiap komponen harus dipastikan bekerja dengan baik agar sistem tetap stabil.

’’Tidak semua tanaman cocok ditanam dengan akuaponik,’’ tambahnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#berkebun #sayur #tanaman hias #tanaman