PONTIANAK POST - Meski dikenal praktis, sistem akuaponik tetap membutuhkan perawatan rutin agar tanaman dan ikan dapat tumbuh optimal.
Pekebun akuaponik Sevy Dwi Kartikasari mengatakan pengecekan harian menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan sistem.
Hama Tetap Bisa Muncul
Akuaponik tetap berisiko diserang hama, terutama jika ditempatkan di luar ruangan tanpa greenhouse.
Baca Juga: Hemat Air 90 Persen, Ini Keunggulan Akuaponik untuk Pemula
Kutu daun, ulat, hingga siput kecil menjadi gangguan yang umum ditemukan.
’’Penanganannya bisa dengan pestisida nabati, diambil manual, atau melepas predator alami seperti lady bug,’’ tuturnya, dikutip dari Jawapos.
Cara tersebut dipilih agar tidak merusak ekosistem ikan di dalam kolam.
Tidak Perlu Menyiram Tanaman
Dalam sistem akuaponik, tanaman tidak perlu disiram secara manual karena air sudah bersirkulasi otomatis.
Baca Juga: Hemat Air 90 Persen, Ini Keunggulan Akuaponik untuk Pemula
Namun, komponen seperti pompa air, pipa, dan kualitas air tetap harus diperiksa secara berkala.
pH Air Harus Stabil
Selain memberi makan ikan dua hingga tiga kali sehari, Sevy menekankan pentingnya menjaga pH air tetap stabil.
Baca Juga: Cara Menangani Tanaman Hias Baru Datang Agar Tidak Mengalami Stres Berat
’’Ikan diberi pakan dua sampai tiga kali sehari sesuai umur, dan pH air perlu dicek, terutama setelah hujan karena bisa turun dan harus dinetralkan,’’ kata Sevy.
Perawatan yang konsisten membantu menjaga sistem akuaponik tetap produktif dalam jangka panjang. (*)
Editor : Chairunnisya