PONTIANAK POST - Musim hujan kerap menjadi tantangan bagi pekebun cabai rumahan.
Tanaman yang sebelumnya tumbuh subur bisa mendadak layu, buah membusuk, hingga gagal panen.
Kondisi ini sering terjadi karena kelembapan tinggi dan media tanam yang terlalu basah.
Baca Juga: Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Penanaman Cabai TMMD di Dusun Onggok Sanggau
Kreator kebun @loteng_garden, Ainul Anwar, mengatakan bahwa musim hujan memang membutuhkan perlakuan berbeda dibanding musim kemarau.
Jika tidak diperhatikan, tanaman cabai lebih rentan terserang penyakit.
“Tantangan terbesar merawat cabai saat musim hujan itu kelembapan yang terlalu tinggi dan tanah yang terlalu basah. Jika terus-menerus kena hujan, akar mudah busuk dan penyakit cepat muncul,” ujar Ainul Anwar, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan
Tak Perlu Disiram Setiap Hari
Menurut Ainul, kesalahan yang sering dilakukan pekebun rumahan adalah tetap menyiram tanaman setiap hari meski media tanam masih basah.
Padahal, cabai tidak membutuhkan terlalu banyak air saat curah hujan tinggi.
“Jika masih lembap tidak perlu disiram lagi. Tidak usah siram tiap hari, cukup saat media tanam mulai mengering,” katanya.
Baca Juga: Berkebun di Lahan yang Rendah
Selain mengatur penyiraman, media tanam juga harus mampu mengalirkan air dengan baik agar tidak terjadi genangan di sekitar akar.
“Ideal nya media tanam harus gembur dan porous agar air cepat turun dan akar tetap dapat oksigen,” bebernya.
Gunakan Media Tanam yang Tidak Mudah Padat
Untuk menjaga kondisi akar tetap sehat, Ainul menggunakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1.
Campuran tersebut membuat media tanam lebih ringan dan tidak mudah memadat.
Baca Juga: Cara Merawat Akuaponik agar Tanaman dan Ikan Tetap Sehat
“Hindari menggunakan media tanam full tanah karena cepat padat dan air sulit keluar,” imbuhnya.
Dengan media yang tepat, sirkulasi udara di sekitar akar menjadi lebih baik sehingga tanaman tidak mudah stres saat hujan turun terus-menerus.
Waspadai Gejala Busuk Akar dan Layu
Saat musim hujan, tanaman cabai juga lebih mudah mengalami busuk akar, layu bakteri, hingga antraknosa atau patek pada buah.
Baca Juga: Cara Menangani Tanaman Hias Baru Datang Agar Tidak Mengalami Stres Berat
Gejalanya sering muncul tiba-tiba sehingga perlu segera ditangani.
“Tanda awalnya daun tiba-tiba layu padahal tanah basah, pangkal batang menghitam, atau ada bercak hitam kecil pada buah yang lama-lama melebar. Kalau sudah seperti ini harus cepat ditangani,” terang Ainul.
Menurutnya, pemangkasan daun dan ranting yang terlalu rimbun juga penting dilakukan agar sirkulasi udara lebih lancar.
“Untuk mengurangi kelembapan agar tidak terlalu tinggi juga,” lanjutnya. (*)
Editor : Chairunnisya