PONTIANAK POST - Menanam sawi samhong king tidak membutuhkan lahan luas. Namun, beberapa hal dasar perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan daun yang besar serta segar.
Perhatikan Kelembapan Media Semai
Kreator kebun Tikah Sahar mengatakan bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan pemula adalah membiarkan media semai terlalu kering.
Baca Juga: Sawi Samhong King, Sayuran Jumbo yang Cocok untuk Pekebun Rumahan
Menurutnya, kondisi tersebut membuat benih sulit berkembang secara optimal. ’’Media semai harus dijaga kelembapannya. Kalau terlalu kering, bibit akan sulit berkembang,’’ tuturnya, dikutip dari Jawapos.
Karena itu, kelembapan media perlu dijaga sejak awal proses penyemaian.
Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari
Selain media semai, pencahayaan juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan sawi samhong king.
Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan
Tikah menyarankan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup agar daun tumbuh maksimal dan tetap segar. Tanaman ini juga menyukai media yang lembap sehingga perlu disiram secara rutin.
Jika kekurangan air, daun sawi biasanya mudah layu terutama saat cuaca panas pada siang hari.
Gunakan Pupuk Sesuai Kebutuhan
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, Tikah menyarankan penggunaan pupuk kandang yang sudah difermentasi apabila memilih pupuk organik.
Baca Juga: Berkebun di Lahan yang Rendah
’’Untuk pemupukan organik, gunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi. Jika non organik cukup menggunakan pupuk dengan kandungan tinggi unsur nitrogen,’’ sambungnya.
Dengan perawatan yang tepat, sawi samhong king dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hingga 40 hari setelah tanam. (*)
Editor : Chairunnisya