Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hasil Riset: Spiritualitas Turunkan Risiko Penyalahgunaan Alkohol dan Narkoba hingga 13%

Uray Ronald • Selasa, 9 Juni 2026 | 03:25 WIB
Ilustrasi - Spiritualitas.(AI)
Ilustrasi - Spiritualitas.(AI)

 

PONTIANAK POST - Penyalahgunaan alkohol dan narkoba menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang terus membebani sistem kesehatan dan kehidupan sosial. Namun, sebuah meta-analisis terbaru yang dipublikasikan di jurnal JAMA Psychiatry menemukan bahwa spiritualitas berhubungan dengan penurunan risiko penggunaan alkohol dan obat-obatan berbahaya hingga 13 persen.

Temuan tersebut berasal dari analisis terhadap 55 studi longitudinal yang melibatkan lebih dari 540 ribu peserta. Penelitian dipimpin oleh Howard K. Koh bersama tim peneliti dari berbagai institusi kesehatan dan akademik.

Studi Besar Libatkan Lebih dari Setengah Juta Peserta

Peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai studi yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2022.

Seluruh penelitian yang dipilih menggunakan instrumen terverifikasi untuk mengukur spiritualitas serta meneliti hubungan jangka panjang antara spiritualitas dan penggunaan alkohol maupun zat adiktif lainnya.

Baca Juga: Studi Ungkap Penggemar Musik Rap Kerap Dicap Negatif, Agresif, dan Berbahaya

Sebanyak 54 studi merupakan penelitian kohort longitudinal, sementara satu studi menggunakan metode uji coba terkontrol secara acak (randomized controlled trial). Jumlah peserta dalam setiap penelitian berkisar antara 1.045 hingga 68.376 orang.

Secara keseluruhan, analisis mencakup 540.712 partisipan dari berbagai latar belakang sosial dan demografis.

Risiko Penyalahgunaan Alkohol dan Narkoba Turun hingga 13 Persen

Hasil analisis menunjukkan bahwa individu dengan tingkat spiritualitas lebih tinggi memiliki risiko 13 persen lebih rendah mengalami penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan dibandingkan mereka yang tingkat spiritualitasnya lebih rendah.

Efek perlindungan tersebut ditemukan pada empat kategori zat yang diteliti, termasuk alkohol, tembakau, ganja, dan kelompok obat-obatan lainnya.

Baca Juga: Optimisme Bikin Umur Lebih Panjang, Studi Ungkap Orang Optimistis Bisa Hidup 15 Persen Lebih Lama

Temuan yang lebih kuat terlihat pada individu yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan atau spiritual lebih dari satu kali setiap pekan. Pada kelompok ini, risiko penyalahgunaan zat menurun hingga 18 persen.

Peneliti juga melaporkan bahwa sekitar 60 persen efek yang ditemukan dalam berbagai studi menunjukkan penurunan risiko minimal 10 persen. Sementara itu, 17 persen studi mencatat penurunan risiko setidaknya 20 persen.

Mengapa Spiritualitas Dinilai Berpengaruh?

Dalam penelitian ini, spiritualitas didefinisikan sebagai aspek dinamis dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan pencarian makna, tujuan hidup, hubungan dengan diri sendiri, keluarga, masyarakat, alam, serta nilai-nilai yang dianggap suci atau penting.

Menurut peneliti, spiritualitas dapat memberikan dukungan psikologis, memperkuat jaringan sosial, serta membantu individu menghadapi tekanan hidup yang sering menjadi faktor pemicu penggunaan alkohol dan narkoba.

Bagi banyak orang, komunitas spiritual dan keagamaan juga menyediakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan serta mendorong perilaku hidup sehat.

Baca Juga: Rutin Makan Telur Turunkan Risiko Alzheimer, Ini Hasil Studi Terbaru!

Di balik statistik penelitian, terdapat kisah individu yang berhasil keluar dari ketergantungan alkohol setelah menemukan dukungan dalam komunitas spiritual.

Salah satu penelitian fenomenologis yang dilakukan terhadap anggota Alcoholics Anonymous (AA) dengan masa pemulihan lebih dari 15 tahun menemukan bahwa banyak peserta memandang spiritualitas memang berpengaruh.

Salah seorang peserta penelitian, yang diidentifikasi dengan nama samaran Elizabeth, menggambarkan pemulihan sebagai proses membangun kembali hubungan dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. 

Ia mengaku mampu merasakan "hubungan yang lebih dalam dengan orang lain dan dunia" setelah menjalani perjalanan pemulihan berbasis spiritual.

Baca Juga: Tradisi Dupa dan Aroma Cendana Saat Magrib, Ternyata Ada Dasar Ilmiahnya

Dampak Kemanusiaan di Balik Angka Statistik

Penyalahgunaan alkohol dan narkoba dinilai sering berujung pada keretakan keluarga, gangguan kesehatan mental, kehilangan pekerjaan, hingga kematian dini.

Karena itu, temuan mengenai faktor-faktor pelindung seperti spiritualitas menjadi penting untuk dipertimbangkan dalam pendekatan pencegahan yang lebih manusiawi dan menyeluruh.

Peneliti menilai bahwa aspek spiritual dapat menjadi sumber daya tambahan bagi masyarakat yang ingin mencegah maupun memulihkan diri dari penggunaan zat berbahaya.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami mekanisme yang menjelaskan hubungan tersebut dan menentukan bagaimana pendekatan spiritual dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam layanan kesehatan maupun program berbasis komunitas.

Peluang Baru dalam Pencegahan dan Pemulihan

Meski belum membuktikan hubungan kausal secara definitif, penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kesehatan manusia tidak hanya dipengaruhi faktor biologis dan psikologis, tetapi juga dimensi sosial dan spiritual.

Bagi individu yang menginginkannya, spiritualitas dapat menjadi salah satu sumber kekuatan dalam menghadapi risiko penyalahgunaan zat maupun proses pemulihan jangka panjang.

Temuan ini membuka ruang diskusi baru bagi pembuat kebijakan, tenaga kesehatan, dan komunitas untuk mengembangkan pendekatan pencegahan yang lebih holistik, berfokus pada manusia, serta memperhatikan kebutuhan fisik, mental, sosial, dan spiritual secara seimbang.*

Editor : Uray Ronald
#penyalahgunaan alkohol #JAMA Psychiatry #Spiritualitas #penyalahgunaan narkoba #kesehatan mental