Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Menurut Perencana Keuangan, Kunci Mengendalikan Pengeluaran di Tengah Ekonomi Tak Pasti

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:32 WIB
Ilustrasi pasangan sedang menghitung perencanaan keuangan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. (MAGNIFIC)
Ilustrasi pasangan sedang menghitung perencanaan keuangan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. (MAGNIFIC)

 

PONTIANAK POST - Kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan finansial, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Perencana keuangan dari Finante.id,  Zwestika membagikan cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengendalikan pengeluaran agar kondisi keuangan tetap aman dan terjaga.

Rista mengatakan bahwa salah satu cara paling mudah untuk membedakan kebutuhan dan keinginan adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebelum memutuskan membeli suatu barang.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich, Biar Beban Finansial Lebih Ringan

“Apakah saya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik jika tidak membeli barang ini sekarang?” ujar Rista dikutip dari Antara (8/6).

Jika ketiadaan barang tersebut membuat aktivitas sehari-hari terganggu atau tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka barang itu dapat dikategorikan sebagai kebutuhan.

Sebaliknya, apabila barang tersebut hanya bertujuan menambah kenyamanan, mengikuti tren, atau penundaan pembeliannya tidak berdampak pada aktivitas utama, maka barang tersebut lebih tepat masuk dalam kategori keinginan.

Baca Juga: Passive Income Jadi Strategi Tambahan Menghadapi Ketidakpastian Finansial Masa Kini

Pastikan Ada Jeda Sebelum Membeli

Selain memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, Rista juga menyarankan masyarakat untuk menerapkan jeda sebelum membeli barang yang tidak direncanakan.

Menurutnya, menunggu selama 24 hingga 72 jam sebelum melakukan pembelian dapat membantu mengurangi keputusan belanja yang dipicu oleh emosi atau keinginan sesaat.

Dengan memberikan waktu untuk berpikir, seseorang memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kembali apakah barang yang ingin dibeli benar-benar diperlukan atau hanya sekadar dorongan sesaat.

Cegah Pengeluaran Impulsif

Rista menjelaskan bahwa kebiasaan menunda keputusan membeli dapat membantu mencegah pengeluaran impulsif yang sering kali dipicu oleh promosi, diskon besar-besaran, atau tren yang sedang populer.

Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk membantu seseorang lebih bijak dalam mengelola uang dan menghindari pembelian yang sebenarnya tidak mendesak.

Penting untuk Menjaga Kondisi Keuangan

Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi semakin penting ketika kondisi perekonomian sedang kurang baik.

Baca Juga: Sebelum Menikah, Pasangan Perlu Terbuka Soal Utang dan Penghasilan Finansial

Dengan memahami prioritas pengeluaran, seseorang dapat mengalokasikan dana secara lebih tepat dan menghindari risiko masalah keuangan di kemudian hari.

Karena itu, mengendalikan pengeluaran sehari-hari serta memastikan setiap pembelian sesuai kebutuhan menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas keuangan dan mencapai tujuan finansial jangka panjang. (*)

Editor : Miftahul Khair
#merencanakan keuangan #Ekonomi #kebutuhan #finansial