PONTIANAK POST - Di kebun rumahan, pertumbuhan tanaman yang subur menjadi harapan banyak pekebun. Salah satu cara yang dilakukan adalah memanfaatkan kompos organik hasil olahan limbah dapur sebagai sumber nutrisi alami.
Pekebun yang kerap berbagi tips berkebun lewat akun @novitriwahyuni, Novi Triwahyuni, merasakan manfaat tersebut pada berbagai tanaman yang dibudidayakannya.
Beragam Tanaman Tumbuh Subur
Menurut Novi, kebunnya diisi berbagai jenis tanaman mulai dari sayuran hingga tanaman herbal.
Baca Juga: Ingin Kompos Tanpa Ribet? Coba Metode Biopori untuk Tanaman
’’Sayuran cepat sekali tumbuh. Saya juga pernah tanam melon, hasilnya besar-besar,’’ bebernya, dikutip dari Jawapos.
Tanaman yang dibudidayakan antara lain pakcoy, kangkung, bayam, cabai, serta berbagai tanaman herbal. Selain itu, dia juga menanam buah-buahan seperti pepaya, mangga, dan jeruk yang sebagian masih dalam tahap pertumbuhan.
Hasil Tidak Kalah dengan Pupuk Instan
Novi menilai hasil penggunaan kompos organik tidak kalah dibandingkan pupuk instan. Menurutnya, perbedaan utama hanya terletak pada kecepatan proses yang terjadi pada tanaman.
Baca Juga: Trik Membuat Komposter Sederhana dari Galon Bekas di Rumah
’’Kompos organik lebih hemat dan mudah diaplikasikan,’’ ujarnya.
Nyaris Tanpa Modal
Salah satu keunggulan komposter rumahan adalah biaya pembuatannya yang sangat terjangkau. Bahan utama berasal dari limbah dapur yang tersedia setiap hari, sementara wadahnya dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah.
Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan
Dengan cara tersebut, pekebun tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga memperoleh sumber nutrisi alami untuk mendukung pertumbuhan tanaman. (*)
Editor : Chairunnisya