PONTIANAK POST - Bunga tulip selama ini dikenal sebagai tanaman khas negara beriklim dingin. Namun, dengan perlakuan khusus, tanaman yang identik dengan musim semi itu ternyata tetap bisa tumbuh dan berbunga di Indonesia.
Dilansir dari Jawapos, urban gardener, Ida Amal membuktikannya melalui koleksi tanaman subtropis yang ia rawat di rumahnya di kawasan Tangerang.
Tulip Membutuhkan Suhu Rendah
Menurut Ida, tantangan terbesar menanam tulip di Indonesia adalah perbedaan suhu yang sangat jauh dibanding habitat aslinya.
Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias
’’Butuh minimal delapan jam di suhu 7 sampai 15 derajat Celsius,’’ ungkap urban gardener Ida Amal yang sukses menumbuhkan tulip hingga berbunga di kebun rumahnya di kawasan Tangerang.
Karena itu, ia memanfaatkan lemari pendingin sebagai pengganti iklim alami yang dibutuhkan tanaman tersebut.
Manfaatkan Showcase sebagai Pengganti Iklim Dingin
Untuk menjaga suhu tetap stabil, Ida menyiapkan tiga showcase khusus untuk menyimpan berbagai tanaman subtropis, termasuk tulip.
Baca Juga: Cara Menangani Tanaman Hias Baru Datang Agar Tidak Mengalami Stres Berat
’’Umbinya saya titip teman yang ke Eropa. Biasanya saya dapat pada Juni untuk ditanam maksimal Oktober waktu idealnya,’’ bebernya.
Dengan bantuan pendingin tersebut, kondisi yang dibutuhkan tulip dapat tetap terjaga meski berada di lingkungan tropis. (*)
Editor : Chairunnisya